Monday, November 23, 2015

FF oneshot - Don't Call Me Noona

Title     : Don’t call me noona
Cast     : Kim Hanna (OC), Changjo Teen Top, Minjun2PM and Taeyeon SNSD
Genre  : Romance
Author : Liana Anna Juliana







Ahhh telat telat telaat......
Hanna berlari menuju kelasnya. Terlihat dosen yang sedang mengajar di kelasnya. Hannapun memberanikan diri memasuki ruangan tersebut.
“pagi pak”, kata hanna. Dosennya itu memandang dengan tatapan dingin, “pagi?? Ini pagi?keluar!!”, bentak dosen tersebut. Hanna pun keluar dari kelas tersebut dengankesal. Tiba-tiba seorang namja menghampiri hanna yang sedang duduk di depan kelasnya tersebut.
“annyong”,sapa namja tersebut. Hanna menoleh dan terlihatlah sesosok namja tampan dengan rambut blonde dan senyuman yang sangat manis.
“annyong”,jawab hanna.
“maaf, kalau ruang musik disebelah mana ya?”, tanya namja tersebut. Hanna heran dan berkata, “kamu mahasiswa baru? Hmm, kelas musik ada di lantai 3”, jawab hanna.
“bukan,kenalkan aku choi jonghyun. Panggil saja changjo”, kata changjo mengulurkan tangannya.
“ohh,aku hanna, Kim hanna”, jawab hanna.
“nama yang indah”, jawab changjo. Muka hanna tiba-tiba merah mendengar hal tersebut.
“hahahaha cutie noona”, tambahnya. Muka hanna makin merah.
“ya!!”,kata hanna malu-malu.
“xixixixi,aku harus pergi sekarang terima kasih hanna noona, annyong”, changjo pun meninggalkan tempat tersebut. Tinggalah hanna sendirian disana.
Setelah mata kuliah itu selesai, Taeyeon sahabat hanna menghampirinya. 
“ya!Kamu harus ikut kelas atas, pertemuan selanjutnya akan ada tes”, kata taeyeon.
“kelas apa, tidak ada yang setingkat apa?”, tanya hanna.
“tidak ada, cepatlah ke kelas 3A”, Taeyeon mendorong tubuh hanna.
“tapi..aku tingkat 2, malu tau”, hanna menghentikan langkahnya.
“kamu mau dapat nilai D lagi eoh?”, kata taeyeon. Hanna pun menyerah dan pergi menuju kelas 3A.

-Dikelas 3A-

Hanna memasuki kelas tersebut dengan malu-malu dan duduk dibelakang. Salah satu murid bertanya kepada murid lainnya, “ dia siapa?”
“molla,tingkat bawah yang ikut kelas kita kali”
Hanna tampak sangat salah tingkah dan malu. Tiba-tiba namja yang berada di sampingnya menyapa hanna, “annyong.. aku Minjun, kamu?”, kata namja yang bernama Minjun. 
“hanna”,jawab hanna dengan malu-malu.
Minjun tersenyum dan berkata, “nama yang indah”. Hanna terkejut dan mukanya merah kembali.
“kenapa??Kamu demam?”, kata Minjun sambil memegang dahinya hanna.
“tidak”,jawab hanna sambil menepiskan tangan Minjun darinya. Mukanya sudah seperti tomat, berwarna merah.
Minjun pun tersenyum dan berkata,” kamu lucu sekali, panggil aku oppa ok?”. Hanna hanya mengangguk.
Aishhh, kenapa hari ini ada 2 namja yang membuatku salah tingkah begini sih, gumam hanna.
Mata kuliah itupun selesai, hanna cepat-cepat meninggalkan kelas tersebut dan menemui taeyeon. Taeyeon yang sedang makan pun heran karena hanna berlari kearahnya.
“ahhhh,kenapa ini?!”, omel hanna.
“kenapa  lagi?”, jawab taeyeon.
“hari ini aku ketemu 2 namja aneh”, kata hanna. Taeyeon tertawa dan berkata,“hahahaha itu tandanya mereka menyukaimu”.
“huh jangan bercanda”, kata hanna.
“seperti apa orangnya”, tanya taeyeon penasaran.
“hmmm,yang pertama namanya changjo tapi dia bukan mahasiswa disini dia juga memanggilku noona. Ganteng sih senyumnya juga manis. Satunya minjun oppa, kamu tahu?? Anak kelas 3A”, papar hanna.
“Ahhh aku tahu minjun oppa, dia dulu seniorku di kelas musik. Dia sangat kharismatik,suaranya bagus jago bikin lagu lagi, kalau changjo aku tidak tahu”, papar taeyeon.
“owwwhh daebak, dia tidak mungkin tertarik padaku kan hahaha”, kata hanna.
“haaahahahaa harusnya sih gitu”, balas taeyeon.
Setelah mata kuliah usai, mereka pun pulang.

-Dirumah-

Hanna sedang asyik menonton tv di ruang keluarga. Ibunya menyuruh hanna untuk membeli bahan-bahan masakan ke supermarket. Dengan langkah gontai hanna berjalan menuju supermarket dekat rumahnya. Hanna sedang memilah-milah sayuran ketika tiba-tiba ada seseorang yang menabraknya.
Brukk
“ya!Kalau jalan tuh lihat-lihat”, kata hanna menggerutu. Ternyata yang menabrak adalah seorang namja. 
“maaf”,kata namja tersebut sambil membantu hanna berdiri. Hanna menepiskan tangan namja tersebut. 
“maaf....noona”
Hanna menoleh dan ternyata yang menabraknya adalah namja yang tadi pagi memujinya,changjo. Hanna terlihat malu-malu dan salah tingkah. Changjo tersenyum kepada hanna.
“noona tidak apa-apa kan?”, tanya changjo khawatir. Hanna menggelengkan kepalanya.Changjo tersenyum lagi dan membuat pipi hanna merona.
“yakin tidak apa-apa, muka noona merah”, kata changjo.
“ti..dak..tidak ko”, jawab hanna gugup. Hanna langsung membereskan belanjaannya dan pergi meninggalkan Changjo yang masih kebingungan. Sepulang dari supermarket, hanna langsung menuju kamarnya. Dia memikirkan namja yang bernama changjo tadi.
“aaahhh dia manis sekali”, gumam hanna.
Keesokan harinya hanna dan taeyeon pergi jalan-jalan ke taman kota, terlihat beberapa orang sedang berkumpul disuatu tempat. Orang-orang mulai bertepuk tangan,terdengar alunan lagu yang sangat merdu dengan petikan gitar yang sanga tlembut. Hanna dan taeyeon mulai penasaran dengan kerumunan orang-orang tersebut. Mereka melangkah menuju sumber dari alunan lagu itu. Terlihat seorang namja yang sedang bernyanyi dan memetik gitar, sesekali namja itu tersenyum kearah orang-orang dan para yeoja yang melihatnya langsung teriak histeris.Namja itu mengenakan topi dan kacamata, tapi itu tidak menyembunyikan wajahnya yang tampan. Untuk sesaat hanna dan taeyeon terpaku melihatnya. Taeyeon menepuk pundak hanna.
“ya!bukannya itu minjun oppa?”, tanya taeyeon. Hanna yang sedang menikmati alunan lagu itu pun tersentak kaget.
“aaahhh iya benar, dia orang yang menyuruhku memanggil dia oppa”, jawab hanna.
“wahhhh keren”, sahut mereka berdua berbarengan. 
Setelah namja itu berhenti menyanyikan lagu para yeoja mulai mendekatinya, namja yang ternyata bernama minjun itu pun merasa risih. Tapi kemudian dia melihat ke arah hanna dan dia melambaikan tangannya. Hanna melihat kesekeliling kemudian dia menunjuk dirinya.
“aku?”,kata hanna. Minjun langsung berlari ke arah hanna.
“kajjaa!”,kata minjun tiba-tiba sambil menarik tangan hanna. Taeyeon mengikutinya dari belakang. Setelah mereka mulai jauh dari tempat tersebut, minjun melepaskan tangannya.
“mianhae,kalau aku tidak melakukannya kumpulan yeoja itu akan terus mengejarku”, kata minjun kepada hanna.
“tidak apa-apa”, jawab hanna.
“hyung...”,teriak seorang namja kepada minjun. Minjun melambaikan tangannya. Namja tersebut berlari ke arah minjun.
“hyung kemana saja?”, tanya namja itu.
“kamu...”,kata hanna tiba-tiba sambil menunjuk kearah namja tersebut. Namja itu terihat terkejut.
“ahhhhh noona”, kata namja yang ternyata dia itu changjo.
“kalian saling kenal?”, tanya minjun dan taeyeon berbarengan.
“hyung,dia noona yang aku ceritakan kemarin”, kata changjo. Hanna tampak terkejut,noona yang aku ceritakan kemarin? Dia menceritakanku pada hyungnya? Jinjaa, kata hanna dalam hati. Taeyeon tampak tersenyum geli.
“Ahhh tapi dia juga yeoja yang hyung ceritakan dulu”, kata minjun. Hanna makin salah tingkah, aku?minjun oppa menceritakan aku juga kepada dongsaeng nya.., kata hanna dalam hati.
“jinjaaa?Aahh hyung jangan bercanda, sudah sudah ayo pulang”, ajak changjo kepada minjun. Merekapun pamit kepada taeyeon dan hanna. Hanna masih terlihat bingung.
“yaa,wae gerae?”, tanya taeyeon.
“taeng,yang mereka bilang tadi benar tidak ya?”, jawab hanna.
“omo,,jangan bilang kalau kamu suka keduanya?”
“ti..dak lah, aku.. aku... hanya kepikiran saja”
Setelah itu merka pun pulang. Setibanya dirumah hanna masih memikirkan perkataan changjo dan minjun. Aahhh mereka berduaternyata saudara, pantas saja... tapi, senyum changjo lebih manis.. tapi,minjun lebih kharismatik arggh ish ish apa yang aku pikirkan, kata hannad alam hati sambil memeluk bonekanya ditempat tidur.
Hari ini hanna kesiangan masuk jam perkuliahan, dosen nya tidak memperbolehkan dia masuk jadi hanna memutuskan untuk duduk di taman. Ketika dia sedang menikmati suasana yang sejuk di bawah pohon, tiba-tiba ada seseorang yang menempelkan cola dingin ke pipinya. Hanna tersentak kaget.
“hhaa..ini, minumlah”, orang itu memberikan cola kepada hanna. Hanna menerimanya dan langsung meminumnya.
“gomawo”,kata hanna.
“noona sedang apa disini?”, ternyata dia adalah changjo.
“tidak diperbolehkan masuk lagi eoh?”, tambahnya.
“ish..harusnya aku yang tanya, kamu sedang apa disini?”, tanya hanna.
“menemui hyungku, aku juga mau sekolah disini noona”, kata changjo sambil tersenyum. Senyumannya membuat hanna salah tingkah. Hanna tiba-tiba langsung berdiri.
“terimakasih atas colanya, annyong”, hanna tergesa-gesa meninggalkan changjo. 
Aaahhh kenapa jantungku berdegup kencang sekali, calm hanna calm, kata hanna dalam hati sambil mengambil nafas dalam-dalam. Hanna tidak memperhatikan sekililingnya sehingga dia menabrak seseorang. Tapi hanna tidak jatuh karena ada tangan yang menyanggahnya.
“gwechana?”
“ne gomawo... minjun....?”, kata hanna kaget.
“oppa”,balas minjun.
“ah,minjun oppa gomawo”, tambahnya. Kemudian hanna pamit dan minjun pergi menemui dongsaengnya.
“aaaa hyung, lama sekali”, kata changjo.
“ini berkas-berkasnya, mulai besok kamu bisa langsung sekolah disini”, kata minjun sambil menyerahkan berkas tersebut. 
“fairplay ya hyung”, tambah changjo.
“tentu”,jawab minjun. Keduanya tertawa bersama.

Sepulang sekolah hanna tidak langsung pulang melainkan pergi ke taman. Seperti biasa hanna memang suka pergi ke taman sekedar untuk menyalurkan hobinya, yaitu menggambar. Gambarnya memang tidak terlalu bagus tapi dia senang melakukannya.Hanna duduk disebuah bangku kosong didekat kolam. Di depannya ada sekelompok anak kecil yang sedang bermain. Hanna mulai membuka buku gambarnya dan mulai menggambar sketsa. Tanpa dia sadari ada seseorang yang sedang memperhatikannya dari jauh. Hanna menggambar sesosok seorang namja yang sedang tersenyum. Setelah beberapa menit gambarnya pun selesai. Hanna terlihat memandanginya dengan bangga.
Tunggu.. kenapa gambarku miripseseorang ya?, kata hanna dalam hati sambil memutar-mutar gambar dihadapannya. Ketika dia hendak meletakkan gambarnya tiba-tiba sedah ada seseorang dihadapannya, dengan senyuman yang persis dengan gambar hanna.
“anyong noona”
“Aaaaaaaaaa.......”,teriak hanna kaget. Orang-orang mulai memperhatikan mereka.
“kamu.....isshh, kenapa kamu selalu muncul tiba-tiba eoh?”, tanya hanna sambil mengatur nafasnya. Changjo tertawa dan duduk disamping hanna.
“itu apa noona?”, tanya changjo sambil menunjuk buku gambar hanna. Hanna segera memasukannya ke dalam tasnya.
“ahni,bukan apa-apa.. ermm, kenapa kamu disini? Membuntuti aku eoh?”, tanya hanna.
“emm...iya,hehehe..”
“ish”,kata hanna sambil cemberut. Setelah itu mereka hanya diam, changjo menatap langit-langit dan hanna sesekali mencuri pandangan ke arahnya. Pipinya muai merona lagi. 
Deg..deg.., detak jantung hanna semakin kencang.
“noona....”,kata changjo tiba-tiba.
“eh..ne, ada apa?”
Perlahan-lahan changjo mulai mendekatkan wajahnya kepada hanna. Hanna semakin salah tingkah dibuatnya. Wajah hanna semakin memerah karena malu.
“w...wae?”,tanya hanna sambil memundurkan wajahnya tapi changjo semakin mendekatkan wajahnya.
“noona..aku....”
Detak jantung hanna semakin tidak terkendali.
“........lapar”
“eehhhhhhhh......ya! Kamu ini.....”, kata hanna marah-marah. Changjo tertawa geli.
“Cutie noona, kajja aku lapar”, changjo menarik tangan hanna. Hanna pun menurutinya.
Dasar anak-anak ishh, jantungkuhampir mau copot ish ish, gerutu hanna. Kemudian mereka menuju sebuah cafe. Changjo makan dengan lahap, hanna memperhatikannya. Setelah selesai makan changjo bersikeras ingin mengantarkan hanna pulang, jadi hannadiantar oleh changjo. Setibanya dirumah, hanna mengeluarkan gambar buatannya tadi dan memandanginya sekali lagi.

Ya, sekarang aku tahu.. ini kamu,changjo yaa.. ahh, aku bisa gila.. jatuh cinta dengan namja yang lebih mudadariku hm... , ujar hanna. Kemudian dia menempelkan gambar tersebut dikamarnya.
Keesokan harinya terlihat hanna sedang bersama dengan taeyeon.
“kamu banyak ketinggalan pelajaran hanna, jangan telat terus”, kata taeyeon.
“iya iya”
“anyong hanna... dan.. erm...”, minjun tiba-tiba datang menemui hanna.
“taeyeon”,kata taeyeon.
“ohh anyong hanna, taeyeon”, kata minjun sekali lagi.
“ahh minjun erm.. oppa”, kata hanna berhati-hati. Minjun tersenyum melihatnya.
“ada apa?”, tanya hanna.
“boleh bicara sebentar?”, kemudian hanna dan minjun meninggalkan taeyeon dan pergi kebelakang sekolah. Tidak seberapa lama changjo datang dan menanyakan hanna kepada taeyeon. Changjo pun pergi ke belakang sekolah.
-Dibelakang sekolah-
“ermm..hanna-ssi, sebenarnya dari pertama aku menyuruhmu untuk memanggilku oppa, aku sudah menyukaimu”, kata minjun to the point. 
“aku?”,hanna tampak terkejut.
“ne..would you be my girl?” tanya minjun sambil memegang tangan hanna.
“tunggu..”changjo muncul dan menghampiri hanna.
“noona,aku...aku.. kemarin sebenarnya aku ingin menyatakan perasaanku padamu noona tapi aku malu.. nan.. aku menyukaimu noona”, kata changjo. Keduanya tampak terkejut, minjun melepaskan tangan hanna.
“fair play hyung”, kata changjo smbil tersenyum kearah minjun. Minjun pun ikut tersenyum.
“noona,maukah jadi pacarku?”, tanya changjo. Hanna tampak sangat bingung.
“yaa!!Kalian mau membodohi aku kan ish”, kata hanna.
“tidak hanna, aku serius”, kata minjun.
“aaarrghhh molla molla..”, hanna berlari meninggalkan mereka berdua. Changjo dan minjun tampak keheranan.
“kamu sih, biarkan hyung dulu yang mengatakannya”, kata minjun.
“ahni hyung, aku tidak akan kalah darimu”, jawab changjo.
“ahh kajja”, mereka berdua meninggalkan tempat itu.
Sementara itu hanna langsung menemui taeyeon dengan nafas yang masih ngos-ngosan.
“aaaaarrghh aku bisa gila, taeeeeng”, kata hanna. 
“ada apa?”, tanya taeyeon. Hanna menceritakan semuanya.
“wow daebakkkk.. 2 namja keren menembakkmu disaat yang bersamaan, kamu beruntung sekali hanna”, kata taeyeon.
“aku..sebenarnya aku menyukai changjo tapi... dia lebih muda dariku.. dan.. aku, aku sama sekali tidak suka dipanggil noona”, kata hanna sambil cemberut.
“cinta tidak memandang umur hanna”, kata taeyeon menasehati hanna.
“hm..udah bagus dipanggil noona, daripada oppa hayoo?”, tambahnya.
“ya!Tidak lucu”

Setelah pelajaran selesai hanna langsung menuju rumahnya, dia merebahkan diri diatas kasurnya yang empuk. Hanna memandangi gambar buatannya, dia teringat perkataan taeyeon. Keesokan harinya hanna bersiap-siap berangkat, kemudian dia mencopot gambar changjo dan menulis sesuatu di bawahnya. Sesampainya di sekolah, hanna segera mencari minjun.
“oppa...ini untukmu”, hanna menyerahkan gulungan kertas gambar padanya dan langsung meninggalkan minjun. Hanna pergi mencari changjo, karena changjo sekarang sudah resmi bersekolah disana jadi mudah untuk menemukannya.
“ini untukmu”, hanna menyerahkan gulungan kertas kepada changjo juga kemudian hanna pergi. Dia duduk di taman sekolah. Sementara itu minjun pergi ke tempat yang lebih sepi dan mulai membuka gulungan tersebut. Terlihat sebuah sketsa yangindah. Di dalam gambar itu terlihat seorang namja yang memakai topi dan kacamata sedang bermain gitar, meskipun hanya sebuah sketsa tapi itu terlihatseperti nyata. Minjun tersenyum melihatnya, dibawahnya terdapat sebuah tulisan.

Oppa mianhae...
Bukannnya amarah yang minjun rasakan tapi sebuah ketenangan, dia tersenyum. “gwechana hanna, aahh ini pertama kalinya kamu menang yaaa, changjo”, kata minjun sambil menutup kembali gambar itu.

Ditempa tlain changjo juga sedang membuka gulungan kertasnya, sedikit demi sedikit terlihat gambar seorang namja yang mirip dirinya sambil tersenyum. Dibawahnya juga terdapat sebuah tulisan.
Don’t call me noona......................., chagiyaa

Changjo tampak kegirangan setelah membacanya. “yes!!!”, teriak changjo. Dia segera berlari mencari hanna. Changjo melihat hanna yang sedang duduk sendirian,kemudian dia segera berlari menghampirinya.
“noooona..............”,hanna menoleh ke arah changjo kemudian berdiri. Changjo berlari kearah hanna dan memeluknya.
“gomawo noona.. eh... gomawo chagiyaaa”, kata changjo. Hanna tersenyum mendengarnya.Changjo melepaskan pelukannya.
“awas saja kalau kamu memanggilku dengan noona lagi”, kata hanna. Changjo tersenyum.Minjun dan taeyeon bergabung dengan mereka dan mengucapkan selamat.
“hmmm...aku juga ingin dipanggil oppa, chagi”, kata changjo manja. Minjun memukul kepala changjo.
“ya!Lihat ini, hanya hyung yang boleh dipanggil oppa”, kata minjun sambil memperlihatkan gambarnya.
“ahni hyung, aku!”
“ya!!Aku ini hyungmu!”
“aku dongsaengmu!”
“ya!!!!”
“berisiiiikkkkkk!!”,hanna berteriak kearah mereka dan mereka tertawa bersama.

Dongsaeng?!
Ah.... I don’t care but please changjo yaaaa, don’t call me noona~                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          

SongFic - Missing You ( Teen Top )

Ini Songfic paling keren menurut gue wkwkwk..
Di buat tanggal 9 Juli 2013.
Lagi demen"nya sama TeenTop.







Title      : Missing You ( Songfic)
Cast     : Lee chaerin (OC), L.Joe Teen Top, Lim Yerin (OC), Sojin Girls’day, Changjo Teen Top
Genre   : Romance
Author  : Liana Anna Juliana


Chakgakhaennabwaneoreul geunyeowa neoreul darmeun dwitmoseup ttaeme
Geunyeolbomyeon niga tteoolla jakkuman areungeoryeo nal bomyeo utdeon neo


“Oppa....”
Seorang yeoja berlari kearah namja yang sedang duduk sendirian ditaman. Namja tersebut menoleh kearah yeoja itu dan tersenyum.
“Oppa, bagaimana? Cocok tidak?”, tanya yeoja itu sambil memutar badannya. Dia memakai mini dress berwarna pink pastel. Rambutnya diikat kuncir kuda dengan pita warna senada dengan dress nya. Namja itu berdiri dan mengacungkan jempolnya.
“wahh amazing, kamu lebih pantas memakai ini daripada jeket baseball yang sering kamu kenakan itu”,kata namja itu. Chaerin, nama yeoja itu, dia tersenyum malu-malu kemudian dia duduk di kursi. Tapi namja itu masih berdiri.
“kenapa l.joe oppa?”,tanya chaerin.
“rambutmu.. lebih bagus lagi kalau rambutmu digerai”, jawabnya. Chaerin membuka ikatan rambutnya.
“begini”, kata chaerin.L.joe menatap chaerin tidak berkedip.
Yerin.....
“oppa..”, chaerin mengibaskan tangannya didepan wajah l.joe.
“eh.. “, l.joe tersentak kaget.
“kenapa, jelek ya?”,tanya chaerin.
“tidak, neomu yeppo”,jawab l.joe sambil tersenyum.
Yerinahh...
Mereka duduk bersama ditaman. Hari ini tepat perayaan 100 hari mereka berpacaran. L.joe adalah senior chaerin disekolah. Sebenarnya yang menyatakan cinta bukan l.joe tapi chaerin. Dari awal dia masuk ke sekolah itu chaerin sudah menyukai l.joe. 

-Disekolah-

Chaerin menghampiri temannya, Sojin yang sedang asyik membaca buku dibawah pohon ditaman belakang sekolah.
“heeyyyy”, chaerin menyapa Sojin. Sojin menghela nafas panjang.
“Sojin-ah anyong”, katachaerin.
“aku kan sudah bilang kamu bukan temanku lagi”, jawab Sojin sinis. Chaerin hanya tertawa mendengarnya.
“sudahlah.. mau sampai kamu marah padaku?”, tanya chaerin. Sojin menutup buku yang sedang dibacanya.
“hmm, sampai kamu berubah jadi chaerin yang dulu lagi”, jawab Sojin.
“memangnya sekarang aku kenapa?”
“pabo, lihat saja..kamu jadi jarang main basket lagi denganku, selera berpakaianmu jadi aneh, yang lebih parahnya.. seorang chaerin yang anti sama yang namanya sayuran, sekarang jadi vegetarian.. uhhhh.. hentikanlah princess syndrom mu itu “, jawab Sojin.
“tapi.... itukan yang disukai l.joe oppa”,chaerin menundukkan kepalanya.
“ya!! Lihat dia, dia yang sudah merubahmu. Kenapa kamu masih suka sama dia, ish.. “
Chaerin memegang bahu Sojin, “tapi sojin-ah, sayuran itu bagus untuk tubuh.. lagipula kita ini yeoja,jadi kita harus bertingkah seperti yeoja”
“arrghhh.... molla molla terserah kamu saja lah”, sojin meninggalkan tempat itu dan chaerin mengikutinya.
Ditempat lain, l.joesedang bersama dengan dongsaengnya Changjo. Mereka sedang beristirahat setelah mereka berolahraga tadi.
“hyung, apa kamu tidak keterlaluan?”, tanya changjo. 
“apa?”
“hyung dia bukan yerin...”

BRAKKK

L.joe memukul kursi yang didudukinya. Changjo terperanjat kaget.
“ya! Jangan mencampuri urusanku.. satu lagi, jangan sebut nama itu lagi dihadapanku!!”, l.joe pergi meninggalkan changjo.
“uhhhh.. menyeramkan,aaaahh hyung aku juga tahu kamu masih menyukainya”, kata changjo setelah l.joe pergi.
Setelah pelajaran usai,chaerin bergegas pergi. Sojin hanya geleng-geleng kepala melihatnya. Chaerin pergi menemui l.joe.
“oppa..”
L.joe yang sedang bersama changjo pun menoleh. Chaerin menghampirinya. Changjo meninggalkan mereka berdua.
“apa yang oppa mau berikan padaku?”, tanya chaerin. L.joe mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.Terlihat sebuah kotak berukuran sedang.
“bukanya dirumah saja ya”, kata l.joe. chaerin menganggukkan kepalanya. Dia terlihat senang sekali.Chaerin menggandeng lengan l.joe dan mereka pulang bersama. Setibanya dirumah,chaerin langsung menbuka kotak tersebut dan ternyata isinya adalah sebuah botol cantik berisi parfum. Chaerin tersenyum bahagia.


Nalutge hadeon neoui geu maltu naega seonmulhae jun geu hyangsu
Geunyeoreulttokgachi neoro mandeureo saranghamyeon neol ijeul su isseulkka

Waktu berlalu dengan cepat, tidak terasa hari libur sudah tiba. Hari ini chaerin dan l.joe berencana untuk pergi ketaman hiburan. Chaerin terlihat sangat manis, dia mengenakan mini dress berwarna biru muda dengan rambut yang digerai. Dia mengenakan bando yang senada dengan dressnya, tidak lupa dia menyemprotkan parfum yang diberikan oleh l.joe. Chaerin ingin agar hari ini menjadi berkesan untuk mereka berdua. l.joe terlihat puas melihat chaerin. L.joe menatap chaerin dan tersenyum.
“yerin-ahh..... kamu cantik sekali”, kata l.joe.
Eh??Yerin??, kata chaerin dalam hati.
Ahh mungkin aku salah dengar, tambahnya.
“oppa, aku lapar ayo kita makan dulu”, kata chaerin. kemudian mereka pergi ke cafe terdekat.
“hmm, aku pesan...hamburger”, kata chaerin sambil menutup buku daftar menunya.
“andwe!!”, kata l.joe mengagetkan chaerin.
“yerin ahh bukannya kamu alergi ham, pesan salad saja ok”, kata l.joe.
“oppa... kamu aneh sekali hari ini, daritadi oppa salah menyebut namaku jadi yerin.. dan sejak kapan aku alergi ham”, kata chaerin.
“eh..ermm.. mianhae,oppa lagi banyak pikiran akhir-akhir ini.. maaf chaerin-ah”, kata l.joe.chaerin tersenyum.
“ahni, tidak apa-apa ko”, jawab chaerin. 


Neowagateul suneun eopgetji ni saenggangman jakku nagetji
Geuraedoeojjeol suga eobtjanha honjaneun neomu himdeuljanha

Sepulang dari taman bermain, chaerin masih memikirkan l.joe. Tiba-tiba Sojin datang kerumah nya. 
“wahhh sojin.. kamu sudah memaafkanku?”, tanya chaerin sambil memeluk sojin.
“kalau kamu bisa mengalahkanku one on one, ayo kita main basket”, sojin memperlihatkan bola basket yang dibawanya. Chaerin melepaskan pelukannya dan terdiam sesaat.
“kajjaaaaaaaaaaa....”,chaerin langsung mengambil bola basket itu dan mereka berlari ke halaman belakang.
“aahh sudah lama lapangan ini tidak digunakan”, ujar chaerin. Mereka pun bermain bersama,setelah mereka capek mereka beristirahat.
“aahhh menyenangkaaaann”, kata Sojin. Chaerin tersenyum mendengarnya.
“dengar, aku sama sekali tidak mempermasalahkan kalu kamu jadian sama l.joe oppa tapi jangan lupakan aku, arraseo? Meskipun kamu sudah tidak suka main basket lagi tapi kanaku masih suka, setidaknya hargai aku.. yaa, chaerin?”, tambahnya. Chaerin menganggukkan kepalanya. Mereka berpelukan dan tertawa bersama.
Sementara itu l.joe sedang termenung di kamarnya, perlahan-lahan dia membuka sebuah album foto.Terlihat seorang yeoja yang sangat cantik memakai mini dress dengan rambut yang di geraikannya dan dihiasi dengan bando yang mempermanis rambutnya. Di foto itu,dia terlihat berdua dengan l.joe tertawa bersama. L.joe mengambil foto tersebut dan membaliknya. Dibagian belakang foto itu tertulis  “100day Me and Yerin”.
“yerin.......bogoshippeo...”, ujar l.joe. kemudian dia mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang. 
“oppa, ada apa?”, tanya suara diseberang yang ternyata itu adalah Chaerin. Masih sambil memandang foto itu l.joe menjawab teleponnya.
“chaerin-ahh..bogoshippeo... “, jawab l.joe. matanya masih tertuju pada foto yerin.
“nadoo.. aku juga kangen,hhe”, jawab chaerin.


Nigaaniraseo geuraeseo deo neoro mandeulgo sipeonnabwa
Nigageuriwoseo geunyeoreul deo neoreul darmge hago sipeonnabwa
Harutbammanttak harutbamman geunyeoegeseo neoreul chajeullae
Mianhaejeongmal I’m sorry jeongmal geunyeoga neoreul daesinhal su itgireul

Malam itu chaerin tampak sangat bahagia, disisi lain l.joe masih tetap menatap foto tersebut sampai dia tertidur. Keesokan harinya chaerin tampak ceria sekali. Sojin menatapnya heran.
“ya, obatmu sudah habis eoh? Dari tadi senyam senyum ga jelas”, kata sojin.
“yee.. dengar ya, tadi malam l.joe oppa menelpon aku dan dia bilang... dia kangen aaarghhh”, jelas chaerin. sojin menggeleng-gelengkan kepalanya.
“ah biasa.. bilang bogoshippeo atau saranghae itu hal biasa bagi orang yang pacaran, tidak aneh..”, kata sojin. Chaerin terdiam.
“eh, kenapa?”, tanyaSojin.
“hm.. kalau diingat-ingat, dia belum pernah sekalipun bilang saranghae padaku”, jawab chaerin.
“eeeeeeeeeeeeeeeeehhhhhhhhhhhh..bohong”, sangkal sojin.
“beneran, huft....”,chaerin menghela nafas panjang.

Urisarang noraeen ain’t got no soul yeonghoni eobseo neomu chagaun
Dusoneul naemireo mianhae saranghandan mareul hal su eomneun nareul ihaehae

Chaerin dan Sojin berjalan di koridor sekolah, mereka ingin pergi ke perpustakaan. Mereka mendengar beberapa siswa sedang membicarakan sesuatu.
“katanya sih meninggal setengah tahun yang lalu, kecelakaan mobil”, kata salah satu siswa.
“wah sayang sekali,katanya dia siswi yang berprestasi?”, kata siswa lainnya.
“siapa tadi namanya?”
“yerin, lim yerin”
Yerin?
“maaf.. tadi kalian bilang yerin?”, chaerin menghampiri para siswa itu diikuti oleh sojin.
“iya, lim yerin.. “
“dia siapa?”, tanyachaerin.
“ahh senior kita tapi dia sudah meninggal”
“ohh gomawo”, katachaerin.
Ahhmungkin cuma kebetulan saja, l.joe oppa bilang kan dia cuma salah menyebutnamaku..,kata chaerin dalam hati. Setibanya diperpustakaan Sojin menanyakan kelakuan aneh chaerin tadi.
“tidak, bukan apa-apako aku hanya pernah mendengar namanya saja”, jawab chaerin. Mereka mulai mencari buku yang mereka butuhkan tapi kemudian Sojin menemukan sesuatu.
“chaerin lihat sini”,kata Sojin.
“wae?”, tanya cherin.
“ini, aku sedang melihat album foto sekolah kita.. lihat-lihat ini foto l.joe waktu pertama kali masuk sekolah hahaha.. lucu.. “, Sojin memperlihatkan foto l.joe kepada chaerin. chaerin tertawa melihatnya.
“eh ini..”
“apa?”, tanya chaerin.
“lim yerin”, sojin menemukan foto yerin dan memperihatkannya pada chaerin.
“huuu aku merinding,sudahlah ayo kita pergi”, ajak Sojin. Chaerin terdiam sejenak. 

-Atap Sekolah-

“mau sampai kapan seperti ini terus hyung, kasihan chaerin..”, kata changjo kepada l.joe. l..joe yang sedang makan pun berhenti.
“ahh kamu membuat nafsu makanku hilang”, jawab l.joe.
“aku sudah tidak tahan lagi, kalau hyung tidak segera menghentikannya aku yang akan menghentikan semua ini.. jangan egois.. dia bukan yerin hyung”, changjo terpancing emosi. L.joe menghembuskan nafas.
“tentu saja dia bukan yerin, tidak ada yang bisa menggantikan yerin”, jawab l.joe.
“terus kenapa hyung melakukan ini kepada chaerin eoh? Memaksa dia memakai dress, menyukai sayuran,sampai-sampai membelikan parfum yang sama dengan yerin..”
L.joe terdiam mendengarnya. 
“aku.. aku......merindukannya.... “ jawab l.joe. Changjo terdiam.


Geunyeoganeol daesinhanda haedo neoreul daesinhal su inneun nugungaga itdaedo
Geusarami niga doel sun eobseo naman gyesok deo apajilppunya

“sekali ini saja..setidaknya sampai aku benar-benar bisa melupakan yerin biarkan aku seperti ini changjo”
“tapi ini salah hyung,bagaimana bisa melupakannya kalau chaerin mirip dengannya”, ujar changjo.
“ini satu-satu nya cara agar aku bisa melupakan yerin.. ini yang aku pikirkan”, jawab l.joe. Changjo sudah kehabisan kata-kata untuk menasehati hyung nya itu. 
“oppa....”
Tiba-tiba chaerin datang menghampiri mereka.
“ch.. chae...rin...”,jawab l.joe terbata-bata. L.joe menatap ke arah changjo, changjo memalingkan wajahnya.
“gwechana oppa... in ibukan salahmu, aku yang pertama mengajakmu pacaran.. “, kata chaerin. matanya mulai berair.
“bukan begitu, aku... “
“gwechana oppa”,Chaerin memotong perkataan l.joe. Chaerin tersenyum tapi dia sudah tidak bisa membendung air matanya lagi. 
“selesaikan sendiri hyung”, kata changjo sambil pergi meninggalkan mereka berdua.
“mianhae.. karena obsesiku kamu jadi korban.. mian..”, kata l.joe.
“ketika pertama kaliaku melihatmu, aku melihat dia didalam dirimu chaerin-ah.. senyumanmu mirip dengannya.. mian”, tambahnya. 

Neoegeseogeunyeol chaja nado ireon naega sirchiman eojjeol suga eobseo
Nanajikdo wonhae niga anin geunyeo sarangeun tto byeonhae
Butttaega ajik anya naran sarameul mannaseo naran sarameul saranghaeseo
Urisarangen jinsimi eobseo meorineun inneunde gaseumi eobseo uri gwangyeneun sokbin gangjeong

“gwechana oppa... aku tahu aku tidak bisa memiliki hatimu.. kita hentikan saja sampai disini..gomawo, meskipun oppa tidak benar-benar menganggapku ada tapi oppa sudah memberikan aku kebahagiaan untuk diriku sendiri..” Chaerin meninggalkan l.joe yang masih terdiam.

L.joe merebahkan diridiatas meja sambil menatap langit diatas atap sekolah itu.
Yerin-ah,aku berharap dia bisa menggantikanmu.. ternyata tidak bisa.. kamu adalah kamu..chaerin adalah chaerin.. kalian dua orang yang berbeda, aku salah...

Nigaaniraseo geuraeseo deo neoro mandeulgo sipeonnabwa
Nigageuriwoseo geunyeoreul deo neoreul darmge hago sipeonnabwa
Harutbammanttak harutbamman geunyeoegeseo neoreul chajeullae
Mianhaejeongmal I’m sorry jeongmal geunyeoga neoreul daesinhal su itgireul

                                   

    ~Missing You ~