Title : Girlfriend ( Sequel of ‘Why’)
Author : Liana Anna Juliana
Genre : Romance
Rate : 17
Cast : Kim Hanna (OC), ChangjoTeentop, L.joe Teentop and Taeyeon SNSD.
“yaa!! Changjoo.....”
Aku berlari ke arahseorang namja berperawakan tinggi yang sedang berdiri di depan pintu sebuahbioskop. Begitu melihatku, namja itu tersenyum dan melambaikan tangannya. Akupun berlari menghampirinya. Dengan nafas yang masih ngos-ngosan aku berhenti dihadapan namja tersebut.
“yaa!... m..m.. kenapa kau meninggalkanku eoh?”, changjo tertawa mendengarnya. Aku cemberut melihat kelakuannya yang masih menyebalkan itu.
“mianhae.. tadi akuburu-buru ke toilet,mian chagiyaa”, kta changjo sambil mencubit pipiku, akupun tersipu malu. Aah iya... sekarang aku bukan temannya lagi, dia.. namjachinguku.
“kajjaa”, changjomemegang tanganku dan kita masuk kedalam bioskop. Tapi ada yang aneh, banyak sekali anak-anak didalam. Setelah menemukan tempat kami, aku dan changjo kemudian duduk.
“yaa.. kenapa banyak sekali anak-anak eoh? Apa yang mau kita tonton?”, tanyaku. Changjo melirik kearahku.
“kamu tidah tahu?”, aku menggelengkan kepala.
“despicable me”,tambahnya.
Whaattt?!
“Yaa!! “, seketika itu aku langsung berdiri dan berteriak ke arahnya.
“Sssssttttttt..”,orang-orang mulai melihat ke arahku. Begitu menyadarinya aku langsung duduk kembali. Changjo tertawa melihatku.
“iiisshh jinjjaa... itu kan film animasi changiee..”
“kamu kan tahu aku tidak bisa nonton film horror”, jawab changjo dengan tampang polosnya. Aku tertunduk lesu.
“aaahh.. tapi kan kita bisa nonton film romantis, kita kan sudah pacaran”, kataku.
“kalau kita nonton film romantis kamu siap menerima resikonya eoh?”, kata changjo.
“resiko apa?” tanyaku heran.
“ahni.. lupakan saja..aaahh, lagipula minion lagi jadi trend saat ini. Di film ini ada minion nya”,kata changjo antusias. Aku hanya bisa menghela nafas berat.
Setelah satu jam lebih akhirnya film itu selesai, aku dan changjo sudah berada di luar bioskop.Changjo tampak melihat ke sekeliling.
“apa yang sedang kamu cari eoh?”, tanyaku.
“hm.. ayo kita berkeliling hm.. bagaimana kalau naik bianglala itu”, kata changjo sambil menunjuk kearah bianglala di taman hiburan tersebut.
“bukannya kamu takut ketinggian?”
Eh??ini kan... taman hiburan yang dulu aku kencan dengan l.joe.. kencan pertama..dan sekarang juga, kencan pertama dengan changjo..
“yaa! Kamu sedang melamun apa?”, tanya changjo sambil mengibaskan tangannya didepan wajahku. Akupun tersentak.
“a.. ahni.. kamu tadi bilang apa?”, tanyaku.
“aku sudah tidak phobialagi”
“jinjja?”, tanyaku masih belum percaya dengan apa yang dia katakan.
“ne, kajja..”, changjo menarik tanganku dan kita pergi menuju bianglala itu. Dengan hati yang masih ragu-ragu, aku masuk kedalam bianglala itu. Sesekali aku melihat ke arahchangjo, khawatir jika phobia nya kembali muncul tapi changjo nampak sehat-sehat saja. Aku pun merasa lega. Kita duduk saling berhadapan.Perlahan-lahan bianglala itu bergerak naik.
“gwechana?”, aku bertanya lagi kepada changjo.
“ne.. aku tidak takut ko”, jawab changjo sambil tersenyum. Aku pun kembali menikmati pemandangan dariatas bianglala itu. Ketika bianglala itu hampir di puncak, changjo tiba-tibaterdiam. Wajahnya terlihat pucat.
“changjo... kamu tidak apa-apa?”, aku pun duduk di sebelah changjo. Aku sangat khawatir melihat keadaannya. Changjo hanya menangguk lemah.
“jinjja?aaahh changjo..kamu kenapa? Phobia eoh?”, tanyaku.
“hanna.. sepertinya phobia ku kambuh lagi”, jawab changjo. Suaranya sangat lemah, membuatku semakin khawatir.
“aaa.. eotteokke...bagaimana ini..”, aku semakin khawatir. Tiba-tiba changjo memegang tanganku.
“ada satu hal yang bisa menyembuhkannya..”, kata changjo, masih dengan suara yang lemah.
“apa? Apa yang harus kulakukan..?”
Changjo tiba-tiba menatap tajam ke arahku.
“w..wae?”, tanyaku lagi.
Changjo semakin mndekatke arahku. Aku hanya bisa diam melihat matanya yang begitu indah. Ahh kenapa aku baru menyadarinya.. tatapan itu.. tatapan yang sangat hangat. Kemudian changjo memegang kedua tanganku dengan lembut namun wajahnya masih terlihat pucat.Wajahnya semakin dekat denganku, entah kenapa aku tidak bisa bergerak. Diamulai menutup matanya sedikit demi sedikit. Tanpa aku sadari aku pun memejamkan mataku. Hembusan nafasnya kini sangat terasa di wajahku, jantungku berdegup semakin kencang. Dan akhirnya, bibir changjo mulai menyentuh bibirku dengan lembut. Terasa hangat dan nyaman, changjo melepaskan tanganku dan dia mulai memelukku dengan erat. Itu... ciuman pertamaku.
Ciuman itu hanya beberapa saat, dia mulai membuka matanya dan melepaskan pelukannya. Ahhh wajahku pasti merah sekali, aku takut untuk membuka mataku tapi aku juga khawatir dengan keadaannya. Perlahan-lahan ku beranikan diri untuk membuka mataku, terlihat changjo yang sedang tersenyum manis ke arahku. Aahh ternyata kamu benar changjo... senyumanmu lah yang membuatku jatuh cinta padamu.
“lihat kan aku sudah sembuh sekarang”, kata changjo. Aku memukul kepalanya karena gemas.
“issh.. menyebalkan”
“omo.. sepertinya sekarang kamu yang sakit, wajahmu merah.. xixixi”, goda changjo.
“aaniyaaa..”, elakku. Changjo tertawa terbahak-bahak, aku semakin salah tingkah. Tidak seberapa lama bianglala itu pun berhenti. Changjo membantuku turun dari bianglala itu, dia memegang tanganku erat. Setelah itu kami pergi membeli es krim dan berkeliling di taman hiburan itu.
Setelah lelah dan hari sudah mulai malam, changjo mengantarkanku pulang. Setibanya dirumah, aku langsung merebahkan diri diatas tempat tidur. Kejadian di bianglala itu masihtergambar jelas dipikiranku. Tanpa kusadari pipiku sudah merona lagi,bagaimanapun juga itu adalah ciuman pertamaku. Memikirkannya saja sudah membuatku salah tingkah.
Keesokan harinya seperti biasa changjo dan aku pergi ke sekolah bersama-sama. Kali ini terasa berbeda, mungkin karena kami sudah pacaran. Changjo terlihat lebih lembut dan perhatian padaku, tidak seperti dulu. Sekarang, setiap melihatnya jantungku selalu berdegup kencang. Ada semacam luapan kegembiraan di dalam hatiku. Ini yang disebut cinta?? Iya kan..
Pagi itu suasana dikelas terlihat gaduh, perlahan-lahan aku membuka pintu kelas dan masuk. Beberapa siswi melirik tajam ke arahku, ahhh.. sepertinya mereka sudah mengetahui hubunganku dengan changjo. Beruntung ada taeyeon yang melambaikan tangannya padaku, jadi aku langsung menghampirinya dan terepas dari tatapan-tatapan tajam itu.
Taeyeon duduk dihadapanku dan tersenyum lebar.
“jadi kamu sudah resmi pacaran dengan changjo eoh?”, tanya taeyeon. Aku menganggukkan kepalaku.
“gitu donk”, tambahnya.Aku pun tertawa. Tiba-tiba saja l.joe datang menghampiriku.
“hanna-ssi, bisa bicara sebentar?”tanyanya tiba-tiba. Taeyeon menatap ke arahku dan memberiku tanda untuk tidak menyetujuinya. Aku terdiam sesaat.
“mm.. lain kali sajaya”, jawabku.
“ahni.. bukan sekarang,nanti sore saja.. ada yang harus aku bicarakan denganmu.. aku tunggu ditaman kota,ok?”, tanpa menunggu jawabanku l.joe langsung pergi begitu saja.
“bagaimana ini taeng?”,tanyaku.
“hm.. yasudah mau gimana lagi, temui saja”, jawab taeyeon. Hatiku bertanya-tanya kenapa l.joe tiba-tiba ingin bicara denganku. Haruskah aku menceritakannya pada changjo?ishh..
Pagi itu aku sama sekali tidak dapat berkonsentrasi, mungkin gara-gara permintaan l.joe tadi. Saat jam istirahat tiba seperti biasa aku dan taeyeon pergi ke kantin. Kita memesanmakanan dan duduk di tempat yang kosong. Tiba-tiba saja ada sepasang tanganyang menutupi wajahku. Aku tersenyum.
“aku tahu itu kamu,changie”, kataku sambil melepaskan tangannya. Aku menoleh ke belakang dan benarsaja itu changjo. Dia tersenyum ke arahkku dan duduk di hadapanku.
“aaaa....”, changjo membuka mulutnya memintaku untuk menyuapinya. Taeyeon tersenyum geli melihattingkahnya.
Isshh aku tidak tahan lagi...
Pletakkk
Dari pada menyuapinya aku lebih baik memukul kepalanya.
“ya!! Sakit!!”, katachangjo.
“kau ini.. jangan berlebihan.. membuatku geli saja eoh”, kataku.
“xixixi kalian ini...“, taeyeon angkat bicara. Aku, taeyeon dan changjo makan siang bersama-sama.Kali ini aku merasa changjo yang dulu telah kembali. Tidak ada lagi changjo yang jutek dan menyebalkan. Kini yang ada dihadapanku adalah changjo yang lucu dan ramah. Bahkan sekarang dia lebih sering tersenyum, membuat hati semakin berdebar-berdebar ketika melihat senyumannya yang indah itu. Tentu saja bukan hanya aku yang beranggapan seperti itu, orang-orang disekitarku mulai terpikat dengan pesonanya. Ini mulai sulit untukku. Sebagai yeojachingu nya tentu sajaaku merasa cemburu dan khawatir. Aku takut dia akan berpaling dariku.
“ya.. kamu melamun eoh?”, tanya changjo mengagetkanku. Aku tersentak.
“eh.. ahni..”, jawabku.Changjo masih tidak yakin dengan jawabanku. Untungnya bel berbunyi. Kamipun segera masuk kelas kembali.
Seperti biasa, aku danchangjo pulang bersama. Setibanya dirumah aku langsung menaruh tasku dan merebahkan diri diatas tempat tidur.
Hanna-ssi bisa bicara sebentar??
Aahh.. kata-kata l.joe masih menghantui pikiranku. Aku melirik kearah jam dinding dikamarku. Jam itu menunjukkan pukul 3PM. L.joe seharusnya sedang menungguku di taman. Haruskah aku ke sana??
Aku terdiam, masih menatap jam dinding itu. Pikiranku menerawang, mengingat kejadian yang dulu.Dadaku terasa sesak. Ternyata hatiku masih sakit...
Tum..tum..tumuuu.......
Ponselku berdering, aku langsung tersentak dan meraihnya. Ternyata itu pesan dari l.joe, dia sedang menungguku. Eoteokke??
Aku terdiam sesaat dan membalas pesannya. Sudah ku putuskan untuk menemuinya saja. Aku bangkit dari tempat tidur dan mulai bersiap. Ahhh iya, changjo.. apa aku harus memberitahunya?? Aku takut dia marah...
Setelah rapi berpakain aku pamit untuk keluar kepada eomaku. Baru saja aku menutup pintu, changjo sudah menyapaku.
“annyong.. ehh.. kamu mau kemana?”, tanya changjo.
“ermm.. itu... emm..aku... ermm.. aahh.. aku mau menemui taeyeon.. iya taeyeon.. hehe..”
Changjo terlihat curiga padaku tapi kemudian dia mulai tersenyum.
“mau aku antar eoh?”
“ahni. Tidak usah changie, ini urusan yeoja..”, jawabku.
“geurae, hati-hati eoh”
-Di taman-
Aku melihat kesekeliling, mencari sesosok namja yang aku kenal. L.joe, namja itu melambaikan tangannya ke arahku. Aku melangkah ragu-ragu ke arahnya.
“palli...”, l.joe berteriak kearahku. Masih dengan memasang senyun manisnya itu. Perlahan-lahanaku mendekat ke arahnya.
“iggo...”, l.joe memberikanku es krim dan menyuruhku duduk di sampingnya. Dia begitu asyik memakan es krimnya, sedangkan aku hanya terdiam melihat es krim pemberian daril.joe.
“wae?? Kamu tidak mau?”, tanya l.joe.
“hm.. sebenarnya kamu inginkan eoh?”, tanyaku. L.joe berhenti memakan es krimnya dan melihat ke arahku. Sedetik kemudian dia menundukkan kepalanya.
“mian...”
Eh??
“maafkan aku hanna-ssi,maaf aku baru minta maaf sekarang.. aku tahu kamu pasti sakit.. mianhae... tapiaku senang, akhirnya kamu menemukan orang yang benar-benar mencintaimu dengan tulus.. tidak sepertiku.. mianhae.. “, kata l.joe. Hanna terdiam mendengarnya.
“apa kau benar-benar menyukainya?”, tanyaku.
“eh..”
“suzy... kau mencintainya dengan tulus?”, tanyaku.
“ne, tentu saja”, jawabl.joe.
“apa dia juga mencintaimu dengan tulus?”
“eh.. itu.. erm..memang benar dulu dia pernah mengkhianatiku tapi aku yakin dia masih menyukaiku sampai saat ini..”, jawab l.joe
“yahh.. dan untuk membuktikan itu kamu memperalatku.. “, aku termenung.
“... erm.. tentu sajaitu sakit l.joe-ssi.. akan sulit untuk memaafkanku, ini semua hanya masalah waktu. Karena itu aku mohon jangan bersikap seolah-olah kita dekat. Jangan membuat janji hanya dengan kita berdua, jangan memberiku es krim dan jangan sring tersenyum padaku. Dengan begitu aku rasa aku bisa memaafkanku dengancepat dan melupakan semua rasa sakit hatiku”
“mian hanna-ssi, aku tidak tahu kalau hal ini akan memberatkanmu.. erm.. baiklah, aku akan menunggu.Sampai saat itu aku akan melakukan apa yang kamu katakan tadi. Aku harap setelah kamu bisa memaafkanku, kita bisa menjadi teman lagi.”, l.joe tersenyum.Aku menganggukkan kepalaku.
“ah iya.. chukkae.. akudengar kamu jadian dengan changjo”, tambahnya.
“ne”, jawabku.
Aku pulang ke rumah dengan perasaan yang lega. Setidaknya rasa sakitku berkurang sedikit. Changjo masih menungguku di halaman rumahnya.
“sudah selesai urusan yeoja nya eoh?”, tanya changjo.
“ne, sudah”, jawabku.
“bagaimana es krim nya,enak??”
Ehhh??
“....hm.. aku baru tahu kalau l.joe itu yeoja dimatamu”, kata changjo dengan polosnya.
‘ya!! Kau membututiku eoh?”, aku berteriak dan menghampirinya.
“mwo?? Kau tahu.. jika namja dan yeoja berduaan itu namanya kencan!! Dan kau sudah punya namjachingu,jadi apa namanya itu eoh? Se-ling-kuh.. arrasseo??”, changjo berteriak kepadaku.
“isshh jinjja... dia cuma minta maaf padaku, aku tidak se-ling-kuh! Arrasseo?!!”, jawabku tak mau kalah.
“eyy... udah salah nyolot lagi. Ya!! Yeoja jadi-jadian, kau itu sudah membohongi pacarmu. Kenapa kau malah berteriak padaku eoh?!!”
“minta maaf!!”,tambahnya. Aku berkacak pinggang.
“shireoooo...shirreooooo...!!!”, aku pergi meninggalkan changjo yang masih menggerutu.
Isshh.. kenapa dia menyebutku yeoja jadi-jadian lagi eoh, dasar bakpau. Aku membanting pintu kamarku karena kesal. Untung eoma belum pulang. Kemudian aku merebahkan diri diatas tempat tidur. Aku menutup mata dan akhirnya pergi ke alam mimpi.
Keesokan harinya aku bangun dengan malas-malasan. Aku bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Aku memandang hampa ke arah ponselku, tidak ada pesan maupun panggilan dari changjo. Apa dia sangat marah?? Aku jadi merasa bersalah. Setelah menghabiskan sarapnku pagi itu, aku bergegas pergi ke rumah changjo. Tapi eoma nya bilangbahwa changjo sudah pergi dari tadi. Hmm.. sepertinya dia benar-benar marah.
Setibanya di sekolah,aku terus mencari changjo tapi aku tidak menemukannya juga. Tiba-tiba l.joe datang dan menghampiriku.
“kamu sedang mencari sesuatu?”, tanyanya.
“eh.. ahni.. aku sedang...”
“ehem....”, belum sempat aku meneruskan kalimatku, changjo tiba-tiba muncul dari belakang.Changjo tidak menoleh sedikitpun padaku dan terus berjalan. Sedangkan aku masih menatapnya tanpa melakukan apa-apa.
Isshh jinjaa.. pastidia jadi tambah salah paham, eoteokke?? Haruskah aku mengejarnya?..
“hanna... kamu kenapa?”, tanya l.joe.
“mian, aku harus pergi sekarang”, aku berlari secepat yang aku bisa.
“tunggu changjoyaaa...chakanman..”, changjo menoleh kepadaku. Tatapannya berubah dingin.
“wae?”
“kita... kita.. perlu bicara..”, kataku dengan nafas yang masih ngos-ngosan. Changjo terdiam sesaat.
“geurae.. bicaralah”
“jangan disini, ayo kita ke halaman belakang sekolah”, aku langsung menarik tangan changjo.Setibanya disana aku langsung melepaskan tangannya. Changjo menatap tajam kearahku.
“jadi kamu mau bicara apa?”, tanya changjo.
“ermm.. itu.. mm...mian”, kataku dengan suara yang pelan.
“kamu bicara apa, aku tidak mendengarmu”
“mian”, kataku sambil menundukan kepala.
“what??”, changjo masihtidak mendengarku.
“MIANHAE....”, aku berteriak ke arahnya.
“eeyy... apa itu,permintaan maaf yang tidak tulus”
“what.. ya! Aku sungguh-sungguh minta maaf, kenapa kamu malah jutek eoh? Kau tahu, sulit bagiku untuk minta maaf karena kamu mengataiku yeoja jadi-jadian. Kamu ini sungguh menyebalkan.Geurae, lupakan saja. Anggap saja ini tidak pernah terja.......”
Chu~
“......di.....”, aku memegang pipiku. Apa tadi barusan? Changjo mencium pipiku. Aku menatap kearahnya dan changjo tersenyum ke arahku.
“ige mwoyaa... ya!”,changjo tertawa terkekeh-kekeh.
“wae? Kau mengharapkan di cium di tempat lain eoh?”, kata changjo. Wajahku langsung memerah, mengingat kejadian di bianglala dulu.
“ya! Kau mempermainkanku eoh?”, tanyaku.
“salah sendiri bohongpadaku.. sebenarnya, sebelum l.joe meminta bertemu denganmu dia lebih dulu meminta ijin padaku. Aku tidak mengira kalau kamu akan berbohong makanya aku melakukan ini. Jadi chagiyaa... jangan pernah berbohong lagi padaku,arrasseo?”, kata changjo. Akupun diam dan merenungi perkataannya.
“mianhae changie.. aku takut kamu marah”, changjo memegang kedua tanganku.
“ahni, aku juga minta maaf.. maaf sudah mengejekmu yeoja jadi-jadian”, kata changjo. Aku mengangguk dan tersenyum.
“kajjaa kita ke kelas”,ajak changjo. Baru beberapa langkah aku berjalan, tiba-tiba aku ingat sesuatu.
“tunggu sebentar...hm.. kalau di pikir-pikir.. kamu juga membohongiku, iya kan?? Ahni ahni.. kau menipuku dan menjailiku eoh?!!”
“eeyy.. itu kangara-gara kamu berbohong hanna”, elak changjo.
“tetap saja kau juga berbohong, minta maaf!!”
“issh.. kau benar-benar perusak suasana”, kata changjo. Aku menatap tajam ke arahnya.
“minta maaf!!”
“issh.. kau ini.....”
Ehhhhh........tiba-tiba changjo menarik tanganku ke dalam pelukannya dan mencium bibirku dengan lembut.
“ya!!”, aku melepaskan pelukannya. Changjo tertawa terkekeh-kekeh melihat tingkahku.
“kalau kau memintaku minta maaf lagi, aku akan.......”
“mwo? Kau mau apa?”,tantangku.
“.... aku akanmenciummu di hadapan orang-orang, arraseo?!”, jawab changjo.
“aaaaaaaaaaahhhhhhh...kenapa aku bisa jatuh cinta dengan namja iniii............”
Geurae.. itulahcinta...
Tidak peduli siapaorang itu, bagaimana sifat dan wajahnya.. jika cinta datang, semua hal yang tidak mungkin bisa jadi mungkin...
Sama halnya dengankuyang jatuh cinta dengan sahabat kecilku, changie.
-end-