Monday, December 14, 2015

FF TeenTop Oneshot - Girlfriend (Sequel of Why)

Title                 : Girlfriend ( Sequel of ‘Why’)
Author              : Liana Anna Juliana
Genre               : Romance 
Rate                 : 17
Cast                 : Kim Hanna (OC), ChangjoTeentop, L.joe Teentop and Taeyeon SNSD.


“yaa!! Changjoo.....”

Aku berlari ke arahseorang namja berperawakan tinggi yang sedang berdiri di depan pintu sebuahbioskop. Begitu melihatku, namja itu tersenyum dan melambaikan tangannya. Akupun berlari menghampirinya. Dengan nafas yang masih ngos-ngosan aku berhenti dihadapan namja tersebut.
“yaa!... m..m.. kenapa kau meninggalkanku eoh?”, changjo tertawa mendengarnya. Aku cemberut melihat kelakuannya yang masih menyebalkan itu. 
“mianhae.. tadi akuburu-buru ke toilet,mian chagiyaa”, kta changjo sambil mencubit pipiku, akupun tersipu malu. Aah iya... sekarang aku bukan temannya lagi, dia.. namjachinguku.
“kajjaa”, changjomemegang tanganku dan kita masuk kedalam bioskop. Tapi ada yang aneh, banyak sekali anak-anak didalam. Setelah menemukan tempat kami, aku dan changjo kemudian duduk.
“yaa.. kenapa banyak sekali anak-anak eoh? Apa yang mau kita tonton?”, tanyaku. Changjo melirik kearahku.
“kamu tidah tahu?”, aku menggelengkan kepala.
“despicable me”,tambahnya.
Whaattt?!
“Yaa!! “, seketika itu aku langsung berdiri dan berteriak ke arahnya. 
“Sssssttttttt..”,orang-orang mulai melihat ke arahku. Begitu menyadarinya aku langsung duduk kembali. Changjo tertawa melihatku.
“iiisshh jinjjaa... itu kan film animasi changiee..”
“kamu kan tahu aku tidak bisa nonton film horror”, jawab changjo dengan tampang polosnya. Aku tertunduk lesu.
“aaahh.. tapi kan kita bisa nonton film romantis, kita kan sudah pacaran”, kataku.
“kalau kita nonton film romantis kamu siap menerima resikonya eoh?”, kata changjo.
“resiko apa?” tanyaku heran.
“ahni.. lupakan saja..aaahh, lagipula minion lagi jadi trend saat ini. Di film ini ada minion nya”,kata changjo antusias. Aku hanya bisa menghela nafas berat.
Setelah satu jam lebih akhirnya film itu selesai, aku dan changjo sudah berada di luar bioskop.Changjo tampak melihat ke sekeliling.
“apa yang sedang kamu cari eoh?”, tanyaku.
“hm.. ayo kita berkeliling hm.. bagaimana kalau naik bianglala itu”, kata changjo sambil menunjuk kearah bianglala di taman hiburan tersebut.
“bukannya kamu takut ketinggian?”
Eh??ini kan... taman hiburan yang dulu aku kencan dengan l.joe.. kencan pertama..dan sekarang juga, kencan pertama dengan changjo..
“yaa! Kamu sedang melamun apa?”, tanya changjo sambil mengibaskan tangannya didepan wajahku. Akupun tersentak.
“a.. ahni.. kamu tadi bilang apa?”, tanyaku.
“aku sudah tidak phobialagi”
“jinjja?”, tanyaku masih belum percaya dengan apa yang dia katakan.
“ne, kajja..”, changjo menarik tanganku dan kita pergi menuju bianglala itu. Dengan hati yang masih ragu-ragu, aku masuk kedalam bianglala itu. Sesekali aku melihat ke arahchangjo, khawatir jika phobia nya kembali muncul tapi changjo nampak sehat-sehat saja. Aku pun merasa lega. Kita duduk saling berhadapan.Perlahan-lahan bianglala itu bergerak naik. 
“gwechana?”, aku bertanya lagi kepada changjo.
“ne.. aku tidak takut ko”, jawab changjo sambil tersenyum. Aku pun kembali menikmati pemandangan dariatas bianglala itu. Ketika bianglala itu hampir di puncak, changjo tiba-tibaterdiam. Wajahnya terlihat pucat. 
“changjo... kamu tidak apa-apa?”, aku pun duduk di sebelah changjo. Aku sangat khawatir melihat keadaannya. Changjo hanya menangguk lemah.
“jinjja?aaahh changjo..kamu kenapa? Phobia eoh?”, tanyaku.
“hanna.. sepertinya phobia ku kambuh lagi”, jawab changjo. Suaranya sangat lemah, membuatku semakin khawatir.
“aaa.. eotteokke...bagaimana ini..”, aku semakin khawatir. Tiba-tiba changjo memegang tanganku.
“ada satu hal yang bisa menyembuhkannya..”, kata changjo, masih dengan suara yang lemah.
“apa? Apa yang harus kulakukan..?”
Changjo tiba-tiba menatap tajam ke arahku.
“w..wae?”, tanyaku lagi.
Changjo semakin mndekatke arahku. Aku hanya bisa diam melihat matanya yang begitu indah. Ahh kenapa aku baru menyadarinya.. tatapan itu.. tatapan yang sangat hangat. Kemudian changjo memegang kedua tanganku dengan lembut namun wajahnya masih terlihat pucat.Wajahnya semakin dekat denganku, entah kenapa aku tidak bisa bergerak. Diamulai menutup matanya sedikit demi sedikit. Tanpa aku sadari aku pun memejamkan mataku. Hembusan nafasnya kini sangat terasa di wajahku, jantungku berdegup semakin kencang. Dan akhirnya, bibir changjo mulai menyentuh bibirku dengan lembut. Terasa hangat dan nyaman, changjo melepaskan tanganku dan dia mulai memelukku dengan erat. Itu... ciuman pertamaku.
Ciuman itu hanya beberapa saat, dia mulai membuka matanya dan melepaskan pelukannya. Ahhh wajahku pasti merah sekali, aku takut untuk membuka mataku tapi aku juga khawatir dengan keadaannya. Perlahan-lahan ku beranikan diri untuk membuka mataku, terlihat changjo yang sedang tersenyum manis ke arahku. Aahh ternyata kamu benar changjo... senyumanmu lah yang membuatku jatuh cinta padamu.
“lihat kan aku sudah sembuh sekarang”, kata changjo. Aku memukul kepalanya karena gemas.
“issh.. menyebalkan”
“omo.. sepertinya sekarang kamu yang sakit, wajahmu merah.. xixixi”, goda changjo.
“aaniyaaa..”, elakku. Changjo tertawa terbahak-bahak, aku semakin salah tingkah. Tidak seberapa lama bianglala itu pun berhenti. Changjo membantuku turun dari bianglala itu, dia memegang tanganku erat. Setelah itu kami pergi membeli es krim dan berkeliling di taman hiburan itu. 
Setelah lelah dan hari sudah mulai malam, changjo mengantarkanku pulang. Setibanya dirumah, aku langsung merebahkan diri diatas tempat tidur. Kejadian di bianglala itu masihtergambar jelas dipikiranku. Tanpa kusadari pipiku sudah merona lagi,bagaimanapun juga itu adalah ciuman pertamaku. Memikirkannya saja sudah membuatku salah tingkah. 
Keesokan harinya seperti biasa changjo dan aku pergi ke sekolah bersama-sama. Kali ini terasa berbeda, mungkin karena kami sudah pacaran. Changjo terlihat lebih lembut dan perhatian padaku, tidak seperti dulu. Sekarang, setiap melihatnya jantungku selalu berdegup kencang. Ada semacam luapan kegembiraan di dalam hatiku. Ini yang disebut cinta?? Iya kan..
Pagi itu suasana dikelas terlihat gaduh, perlahan-lahan aku membuka pintu kelas dan masuk. Beberapa siswi melirik tajam ke arahku, ahhh.. sepertinya mereka sudah mengetahui hubunganku dengan changjo. Beruntung ada taeyeon yang melambaikan tangannya padaku, jadi aku langsung menghampirinya dan terepas dari tatapan-tatapan tajam itu.
Taeyeon duduk dihadapanku dan tersenyum lebar.
“jadi kamu sudah resmi pacaran dengan changjo eoh?”, tanya taeyeon. Aku menganggukkan kepalaku.
“gitu donk”, tambahnya.Aku pun tertawa. Tiba-tiba saja l.joe datang menghampiriku.
“hanna-ssi, bisa bicara sebentar?”tanyanya tiba-tiba. Taeyeon menatap ke arahku dan memberiku tanda untuk tidak menyetujuinya. Aku terdiam sesaat.
“mm.. lain kali sajaya”, jawabku.
“ahni.. bukan sekarang,nanti sore saja.. ada yang harus aku bicarakan denganmu.. aku tunggu ditaman kota,ok?”, tanpa menunggu jawabanku l.joe langsung pergi begitu saja.
“bagaimana ini taeng?”,tanyaku.
“hm.. yasudah mau gimana lagi, temui saja”, jawab taeyeon. Hatiku bertanya-tanya kenapa l.joe tiba-tiba ingin bicara denganku. Haruskah aku menceritakannya pada changjo?ishh..
Pagi itu aku sama sekali tidak dapat berkonsentrasi, mungkin gara-gara permintaan l.joe tadi. Saat jam istirahat tiba seperti biasa aku dan taeyeon pergi ke kantin. Kita memesanmakanan dan duduk di tempat yang kosong. Tiba-tiba saja ada sepasang tanganyang menutupi wajahku. Aku tersenyum.
“aku tahu itu kamu,changie”, kataku sambil melepaskan tangannya. Aku menoleh ke belakang dan benarsaja itu changjo. Dia tersenyum ke arahkku dan duduk di hadapanku.
“aaaa....”, changjo membuka mulutnya memintaku untuk menyuapinya. Taeyeon tersenyum geli melihattingkahnya.
Isshh aku tidak tahan lagi...
Pletakkk
Dari pada menyuapinya aku lebih baik memukul kepalanya.
“ya!! Sakit!!”, katachangjo.
“kau ini.. jangan berlebihan.. membuatku geli saja eoh”, kataku.
“xixixi kalian ini...“, taeyeon angkat bicara. Aku, taeyeon dan changjo makan siang bersama-sama.Kali ini aku merasa changjo yang dulu telah kembali. Tidak ada lagi changjo yang jutek dan menyebalkan. Kini yang ada dihadapanku adalah changjo yang lucu dan ramah. Bahkan sekarang dia lebih sering tersenyum, membuat hati semakin berdebar-berdebar ketika melihat senyumannya yang indah itu. Tentu saja bukan hanya aku yang beranggapan seperti itu, orang-orang disekitarku mulai terpikat dengan pesonanya. Ini mulai sulit untukku. Sebagai yeojachingu nya tentu sajaaku merasa cemburu dan khawatir. Aku takut dia akan berpaling dariku. 
“ya.. kamu melamun eoh?”, tanya changjo mengagetkanku. Aku tersentak.
“eh.. ahni..”, jawabku.Changjo masih tidak yakin dengan jawabanku. Untungnya bel berbunyi. Kamipun segera masuk kelas kembali. 
Seperti biasa, aku danchangjo pulang bersama. Setibanya dirumah aku langsung menaruh tasku dan merebahkan diri diatas tempat tidur.
Hanna-ssi bisa bicara sebentar??
Aahh.. kata-kata l.joe masih menghantui pikiranku. Aku melirik kearah jam dinding dikamarku. Jam itu menunjukkan pukul 3PM. L.joe seharusnya sedang menungguku di taman. Haruskah aku ke sana??
Aku terdiam, masih menatap jam dinding itu. Pikiranku menerawang, mengingat kejadian yang dulu.Dadaku terasa sesak. Ternyata hatiku masih sakit...
Tum..tum..tumuuu.......
Ponselku berdering, aku langsung tersentak dan meraihnya. Ternyata itu pesan dari l.joe, dia sedang menungguku. Eoteokke??
Aku terdiam sesaat dan membalas pesannya. Sudah ku putuskan untuk menemuinya saja. Aku bangkit dari tempat tidur dan mulai bersiap. Ahhh iya, changjo.. apa aku harus memberitahunya?? Aku takut dia marah...
Setelah rapi berpakain aku pamit untuk keluar kepada eomaku. Baru saja aku menutup pintu, changjo sudah menyapaku.
“annyong.. ehh.. kamu mau kemana?”, tanya changjo. 
“ermm.. itu... emm..aku... ermm.. aahh.. aku mau menemui taeyeon.. iya taeyeon.. hehe..”
Changjo terlihat curiga padaku tapi kemudian dia mulai tersenyum.
“mau aku antar eoh?”
“ahni. Tidak usah changie, ini urusan yeoja..”, jawabku.
“geurae, hati-hati eoh”
-Di taman-
Aku melihat kesekeliling, mencari sesosok namja yang aku kenal. L.joe, namja itu melambaikan tangannya ke arahku. Aku melangkah ragu-ragu ke arahnya.
“palli...”, l.joe berteriak kearahku. Masih dengan memasang senyun manisnya itu. Perlahan-lahanaku mendekat ke arahnya.
“iggo...”, l.joe memberikanku es krim dan menyuruhku duduk di sampingnya. Dia begitu asyik memakan es krimnya, sedangkan aku hanya terdiam melihat es krim pemberian daril.joe.
“wae?? Kamu tidak mau?”, tanya l.joe.
“hm.. sebenarnya   kamu inginkan eoh?”, tanyaku. L.joe berhenti memakan es krimnya dan melihat ke arahku. Sedetik kemudian dia menundukkan kepalanya.
“mian...”
Eh??
“maafkan aku hanna-ssi,maaf aku baru minta maaf sekarang.. aku tahu kamu pasti sakit.. mianhae... tapiaku senang, akhirnya kamu menemukan orang yang benar-benar mencintaimu dengan tulus.. tidak sepertiku.. mianhae.. “, kata l.joe. Hanna terdiam mendengarnya.
“apa kau benar-benar menyukainya?”, tanyaku.
“eh..”
“suzy... kau mencintainya dengan tulus?”, tanyaku.
“ne, tentu saja”, jawabl.joe.
“apa dia juga mencintaimu dengan tulus?”
“eh.. itu.. erm..memang benar dulu dia pernah mengkhianatiku tapi aku yakin dia masih menyukaiku sampai saat ini..”, jawab l.joe
“yahh.. dan untuk membuktikan itu kamu memperalatku.. “, aku termenung.
“... erm.. tentu sajaitu sakit l.joe-ssi.. akan sulit untuk memaafkanku, ini semua hanya masalah waktu. Karena itu aku mohon jangan bersikap seolah-olah kita dekat. Jangan membuat janji hanya dengan kita berdua, jangan memberiku es krim dan jangan sring tersenyum padaku. Dengan begitu aku rasa aku bisa memaafkanku dengancepat dan melupakan semua rasa sakit hatiku”
“mian hanna-ssi, aku tidak tahu kalau hal ini akan memberatkanmu.. erm.. baiklah, aku akan menunggu.Sampai saat itu aku akan melakukan apa yang kamu katakan tadi. Aku harap setelah kamu bisa memaafkanku, kita bisa menjadi teman lagi.”, l.joe tersenyum.Aku menganggukkan kepalaku.
“ah iya.. chukkae.. akudengar kamu jadian dengan changjo”, tambahnya.
“ne”, jawabku.
Aku pulang ke rumah dengan perasaan yang lega. Setidaknya rasa sakitku berkurang sedikit. Changjo masih menungguku di halaman rumahnya.
“sudah selesai urusan yeoja nya eoh?”, tanya changjo.
“ne, sudah”, jawabku.
“bagaimana es krim nya,enak??”
Ehhh??
“....hm.. aku baru tahu kalau l.joe itu yeoja dimatamu”, kata changjo dengan polosnya.
‘ya!! Kau membututiku eoh?”, aku berteriak dan menghampirinya.
“mwo?? Kau tahu.. jika namja dan yeoja berduaan itu namanya kencan!! Dan kau sudah punya namjachingu,jadi apa namanya itu eoh? Se-ling-kuh.. arrasseo??”, changjo berteriak kepadaku.
“isshh jinjja... dia cuma minta maaf padaku, aku tidak se-ling-kuh! Arrasseo?!!”, jawabku tak mau kalah.
“eyy... udah salah nyolot lagi. Ya!! Yeoja jadi-jadian, kau itu sudah membohongi pacarmu. Kenapa kau malah berteriak padaku eoh?!!”
“minta maaf!!”,tambahnya. Aku berkacak pinggang.
“shireoooo...shirreooooo...!!!”, aku pergi meninggalkan changjo yang masih menggerutu.
Isshh.. kenapa dia menyebutku yeoja jadi-jadian lagi eoh, dasar bakpau. Aku membanting pintu kamarku karena kesal. Untung eoma belum pulang. Kemudian aku merebahkan diri diatas tempat tidur. Aku menutup mata dan akhirnya pergi ke alam mimpi.
Keesokan harinya aku bangun dengan malas-malasan. Aku bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Aku memandang hampa ke arah ponselku, tidak ada pesan maupun panggilan dari changjo. Apa dia sangat marah?? Aku jadi merasa bersalah. Setelah menghabiskan sarapnku pagi itu, aku bergegas pergi ke rumah changjo. Tapi eoma nya bilangbahwa changjo sudah pergi dari tadi. Hmm.. sepertinya dia benar-benar marah. 
Setibanya di sekolah,aku terus mencari changjo tapi aku tidak menemukannya juga. Tiba-tiba l.joe datang dan menghampiriku.
“kamu sedang mencari sesuatu?”, tanyanya.
“eh.. ahni.. aku sedang...”
“ehem....”, belum sempat aku meneruskan kalimatku, changjo tiba-tiba muncul dari belakang.Changjo tidak menoleh sedikitpun padaku dan terus berjalan. Sedangkan aku masih menatapnya tanpa melakukan apa-apa.
Isshh jinjaa.. pastidia jadi tambah salah paham, eoteokke?? Haruskah aku mengejarnya?..
“hanna... kamu kenapa?”, tanya l.joe.
“mian, aku harus pergi sekarang”, aku berlari secepat yang aku bisa.
“tunggu changjoyaaa...chakanman..”, changjo menoleh kepadaku. Tatapannya berubah dingin.
“wae?”
“kita... kita.. perlu bicara..”, kataku dengan nafas yang masih ngos-ngosan. Changjo terdiam sesaat.
“geurae.. bicaralah”
“jangan disini, ayo kita ke halaman belakang sekolah”, aku langsung menarik tangan changjo.Setibanya disana aku langsung melepaskan tangannya. Changjo menatap tajam kearahku.
“jadi kamu mau bicara apa?”, tanya changjo.
“ermm.. itu.. mm...mian”, kataku dengan suara yang pelan.
“kamu bicara apa, aku tidak mendengarmu”
“mian”, kataku sambil menundukan kepala.
“what??”, changjo masihtidak mendengarku.
“MIANHAE....”, aku berteriak ke arahnya.
“eeyy... apa itu,permintaan maaf yang tidak tulus”
“what.. ya! Aku sungguh-sungguh minta maaf, kenapa kamu malah jutek eoh? Kau tahu, sulit bagiku untuk minta maaf karena kamu mengataiku yeoja jadi-jadian. Kamu ini sungguh menyebalkan.Geurae, lupakan saja. Anggap saja ini tidak pernah terja.......”
Chu~
“......di.....”, aku memegang pipiku. Apa tadi barusan? Changjo mencium pipiku. Aku menatap kearahnya dan changjo tersenyum ke arahku.
“ige mwoyaa... ya!”,changjo tertawa terkekeh-kekeh.
“wae? Kau mengharapkan di cium di tempat lain eoh?”, kata changjo. Wajahku langsung memerah, mengingat kejadian di bianglala dulu.
“ya! Kau mempermainkanku eoh?”, tanyaku.
“salah sendiri bohongpadaku.. sebenarnya, sebelum l.joe meminta bertemu denganmu dia lebih dulu meminta ijin padaku. Aku tidak mengira kalau kamu akan berbohong makanya aku melakukan ini. Jadi chagiyaa... jangan pernah berbohong lagi padaku,arrasseo?”, kata changjo. Akupun diam dan merenungi perkataannya.
“mianhae changie.. aku takut kamu marah”, changjo memegang kedua tanganku.
“ahni, aku juga minta maaf.. maaf sudah mengejekmu yeoja jadi-jadian”, kata changjo. Aku mengangguk dan tersenyum. 
“kajjaa kita ke kelas”,ajak changjo. Baru beberapa langkah aku berjalan, tiba-tiba aku ingat sesuatu.
“tunggu sebentar...hm.. kalau di pikir-pikir.. kamu juga membohongiku, iya kan?? Ahni ahni.. kau menipuku dan menjailiku eoh?!!”
“eeyy.. itu kangara-gara kamu berbohong hanna”, elak changjo.
“tetap saja kau juga berbohong, minta maaf!!”
“issh.. kau benar-benar perusak suasana”, kata changjo. Aku menatap tajam ke arahnya. 
“minta maaf!!”
“issh.. kau ini.....”
Ehhhhh........tiba-tiba changjo menarik tanganku ke dalam pelukannya dan mencium bibirku dengan lembut.
“ya!!”, aku melepaskan pelukannya. Changjo tertawa terkekeh-kekeh melihat tingkahku.
“kalau kau memintaku minta maaf lagi, aku akan.......”
“mwo? Kau mau apa?”,tantangku.
“.... aku akanmenciummu di hadapan orang-orang, arraseo?!”, jawab changjo.
“aaaaaaaaaaahhhhhhh...kenapa aku bisa jatuh cinta dengan namja iniii............”

Geurae.. itulahcinta...
Tidak peduli siapaorang itu, bagaimana sifat dan wajahnya.. jika cinta datang, semua hal yang tidak mungkin bisa jadi mungkin...
Sama halnya dengankuyang jatuh cinta dengan sahabat kecilku, changie.


-end-

FF Teen Top - Why ( part 6 ) end

Tittle    : Why
Cast     : Kim Hanna ( OC ), Changjo Teen Top andanother cast
Author : Liana anna Juliana
Genre  : Romance

Aaahhh eoma... aku rasa aku.... benar-benar jatuh cintasekarang......
Hanna masih terdiam sambil memperhatikan changjo yang sedang tertidur, kemudian dia mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada l.joe. Hanna mengajak l.joe bertemu sekarang juga ditaman kota. Hanna bersiap-siap dan meninggalkan changjo yang masih tertidur. 
Di taman kota terlihat l.joe yang sedang berdiri menunggu hanna. Hanna datang beberapa menit kemudian.
“kamu tidak apa-apa? Katanya kamu sakit? Sakit apa?”, tanya l.joe sambil memegang kening hanna.
“hentikan”,kata hanna. L.joe meletakan tangannya.
“kamu kenapa?”, tanya l.joe.
“kita putus”, jawab hanna. L.joe tampak terkejut.
“kenapa tiba-tiba?”, tanya l.joe. Hanna tersenyum kecut.
“bukannya itu yang mau kamu katakan kalau aku tidak sakit sekarang? Sudahlah, selamat berbahagia. Anyong”, hanna meninggalkan l.joe sendirian. Diperjalanan pulang mata hanna mulai berair lagi tapi dia menahannya agar tidak menangis.
“jangan menangis hanna... jangan... untuk apa kamu menangis gara-gara namja sepertiitu”, kata hanna kepada dirinya sendiri. Tiba-tiba saja hanna mulai merasa pusing lagi, langkahnya terhenti. Dia tidak kuat untuk berjalan lagi. Sebelum hanna benar-benar jatuh ada tangan lain yang menyanggahnya. Hanna menoleh dan ternyata itu adalah tangannya changjo. 
“pabo,kalau masih sakit jangan keluar sendirian”, kata changjo sambil membantu hanna berdiri.
“mian”,jawab hanna.
“ayo aku gendong”, kata changjo
“ti..dak usah”, tolak hanna tapi changjo kemudian memaksa hanna untuk naik kepunggungnya.
“aahhh sakit ga sakit tetap saja berat”, gerutu changjo.
“ya!Aku sedang tidak punya tenaga untuk berdebat denganmu”, balas hanna. Changjo tertawa kecil. Hanna bersender di punggungnya changjo dan tertidur. Keesokan harinya hanna bangun kesiangan, keadaannya sudah mulai pulih. Dia tergesa-gesa sarapan dan pergi ke sekolah. Tentu saja changjo sudah berangkat duluan.
“anyong”,sapa hanna kepada teman-teman sekelasnya.
“ceria sekali nih yang habis putus”, kata salah satu siswi mengejek hanna. Hanna hanya tersenyum mendengarnya. Hanna duduk disamping taeyeon yang sedang sibukmenyatat tugas.
“hei kamu sudah sembuh?”, tanya taeyeon
“yupz,hari ini adalah awal baru bagiku hehehe”, jawab hanna. Taeyeon yang penasaran kemudian menghentikan aktivitasnya yang sedang menulis.
“wae??Kamu sudah jadian dengan changjo ya?”, tanya taeyeon sambil berbisik. Hanna menggeleng, taeyeon tampak kecewa.
“terus kenapa?”, tanya taeyeon
“aku sudah memutuskan l.joe”, kata hanna sambil berbisik. Taeyeon yang kegirangan kemudian berdiri dan bersorak tapi kemudian dihentikan oleh hanna. Siswa lain memandang mereka keheranan.
“wahhh daebak, gitu donk. Berarti dia yang dicampakan”, kata taeyeon. L.joe masuk kekelas dan melirik ke arah hanna, hanna tersenyum ke arahnya.
“ya!jangan tersenyum kepadanya”, kata taeyeon.
“aah kau ini tidak tahu teknik psikologi ya, justru kita harus bersikap baik kepada orang yang telah menyakiti kita. Dengan begitu dia jadi semakiiiiiin bersalah heheheh kejam kan aku”, kata hanna panjang lebar. Taeyeon bertepuk tangansalut.
Jam istirahat pun tiba, hanna dan taeyeon pergi kekantin. Terdengar beberapa siswa yang sedang berbincang-bincang.
“kudengar suzy jadian lagi dengan l.joe”, kata salah satu siswi
“wah berarti hanna dan l.joe putus tuh gara-gara suzy?”, tanya siswi lainnya
“iyaiya, l.joe masih suka sama suzy, hanna nya saja yang suka ngedeketin l.joe”
“tap itadi hanna malah cerah ceria”
“ahh itu sih akting”
Taeyeon yang merasa kesal langsung menghampiri kerumunan yeoja itu dan berkata, “ya!yang di campakan itu l.joe bukan hanna, arraseo? Jangan sok tahu!”.
Hanna mengajak taeyeon pergi dari tempat itu dan pergi kekantin.
“sudahlah”,kata hanna.
“mereka menyebalkan sekali mana bisa aku diam”, kata taeyeon.
Setibanya dikantin terlihat l.joe yang sedang makan bersama suzy. Hanna dan taeyeon melewati mereka berdua, hanna melihat ke arah mereka dan tersenyum. L.joeterlihat bingung. Ketika hanna dan taeyeon sedang makan datang changjo danricky. Changjo melihat kearah l.joe dan suzy.
“kamu tidak apa-apa?”, tanya changjo kepada hanna.
“tidak,biasa saja”, jawab hanna sambil tersenyum. Changjo tersenyum mendengarnya.Ricky memperhatikan mereka berdua.
“hmmm...kalian pacaran?”, tanya ricky kepada hanna dan changjo. Hanna hampir saja tersedak.
“ti..dak tidak”, jawab hanna. Changjo tertawa melihat hanna.
“bukan tidak tapi belum,hhe”, tambah taeyeon.
“ya!!”,kata hanna. Muka hanna merah karena menahan malu. L.joe diam-diam memperhatikan hanna. Setelah selesai makan, hanna dan taeyeon pergi menuju kelasnya. Sepertibiasa di koridor banyak siswi yang sedang mengobrol.
“kamu lihat kemarin malam, changjo keren sekaliiiiiiii”, kata salah satu siswi.
“begitu berkharisma”, kata siswi lainnya.
“akucemburu pada hanna, kenapa dia selalu dikelilingi namja-namja keren issshh”
“padahalkan dia biasa saja”
Tiba-tiba hanna menghampiri mereka, “ya! Kalau mau ngomongin orang, pastikan dia tidak berada didekat kalian, arrasseo!”
Hanna meninggalkan para siswi tersebut, taeyeon mengikuti hanna.
“erm..kenapa marah gitu sih, sebelumnya kamu nyantai saja, cemburu yaaa”, godataeyeon.
“eehhh tidak ko”, jawab hanna malu-malu. 
Sepulang sekolah seperti biasa changjo menghampiri hanna untuk pulang bersama. Keduanya berjalan di koridor sekolah yang sudah sepi. Suasana hening menyelimuti atmosfir diantara keduanya sampai akhirnya changjo memberanikan diri untukberbicara.
“kamu...benar-benar tidak apa-apa?”, tanya changjo.
“apanya?”, tanya hanna.
“itu..l.joe .... dan suzy”, hanna tampak diam sejenak. Matanya mulai berkaca-kaca.
“sejujurnya itu sakit”, hanna mulai mengeluarkan air mata. Changjo diam sejenak, mereka masih berdiri, terdiam dengan pikirannya masing-masing. Changjo melangkah lebih dekat ke arah hanna yang sedang menangis, dengan langkah yang diam changjo menghampirinya dan memeluknya dengan lembut. Hanna menyenderkan kepalanya didada changjo, dan changjo dengan lembut membelai rambut hanna.
Why.. why hanna, kenapa harus dia.. kenapa bukan aku..aku juga sakit, kata changjo dalamhati. Setelah tangisnya mereda, changjo melepaskan pelukannya.
“gomawo”,kata hanna.
“sudahlah jangan menangis lagi, yeoja cengeng”, kata changjo.
“ya!Kamu sama sekali tidak berperasaan issshhh.. changjo pabo”, kata hanna sambil beranjak meninggalkan changjo tapi changjo menahan tangan hanna dan menariknya lagi. Changjo memeluk hanna lagi dan berbisik, “ saranghae”
Hanna sangat terkejut mendengarnya, dia hanya bisa diam. Changjo melepaskan pelukannya dan pergi meninggalkan hanna yang masih diam ditempat itu. Hannapulang kerumahnya sendirian, di kamarnya sudah ada taeyeon yang menunggunya.
“kamu kemana saja eoh?”, tanya taeyeon begitu hanna masuk. Hanna langsung duduk disamping taeyeon.
“aaaaaaaaaa taeyeon... nan eottokke.. ije eottokke..”, kata hanna sambil mengguncangkan bahu taeyeon.
“aaaaaahanna, kamu kenapa sih?”, tanya taeyeon. Hanna melepaskan genggamannya pada bahu taeyeon dan kembali duduk.
“well,kamu dengarkan aku dulu sampai selesai baru kamu bicara ok,” taeyeon menganggukkan kepalanya tanda setuju.
“jujur saja.. entah apa namanya ini tapi semakin aku berusaha untuk melupakan apa yangl.joe lakukan aku semakin sakit, tapi.... akhir-akhir ini aku merasa aneh, tiapkali changjo didekatku dan memelukku aku merasa sangat nyaman.. aku merasa tenang dan dilindungi.. aku merasa changjo yang dulu kembali lagi, tapi rasanya berbeda dengan yang dulu.. jantungku berdegup semakin cepat ketika dia didekatku, wajahku terasa terbakar setiap kali aku melihat senyumnya, aaaahhh mollaa”, cerita hanna panjang lebar.
“aku boleh bicara sekarang?”, tanya taeyeon.
“ne”
“ok.....paboyaaaaa itu tandanya kamu jatuh cinta sama changjooooo”, kata taeyeon sambil berteriak. Hanna menutup kupingnya.
“aku juga berpikiran seperti itu tapi.... saat aku melihat l.joe dan suzy bersama rasanya aku ingin marah walaupun aku sudah berusaha untuk tetap ramah tapi tetap sajaaaa... “, kata hanna.
“itusih kamu ingin marah karena sudah di manfaatkan pabooo, bukan marah karena cemburu.Dengar ya, kalau kamu ingin balas dendam tunjukkan bahwa kamu bahagia tanpa dia. Bukannya tadi kamu bilang tentang trik psikologis eoh, ckckck..”, jelastaeyeon.
“kadang-kadang kamu pintar juga ya”, belum sempat taeyeon menjitak kepala hanna, hanna buru-buru bicara.
“aahhsatu lagi, changjo tadi bilang saranghae terus dia pergi”, kata hanna.
“mwohhhh?!Jinjaa.. heol, jangan bercanda”, kata taeyeon tidak percaya.
“isshh serius”
“berarti dia juga suka sama kamu aahhh aku iri, cepat nyatakan perasaanmu hanna pali ipaliii, pergi ke rumahnya”, bujuk taeyeon.
“shirroo,aku malu”, jawab hanna. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar hanna, mereka diam sejenak.
“siapa?”,tanya hanna
“ini aku”, ternyata yang mengetuk pintu kamar hanna adalah changjo. Hanna dan taeyeon saling berpandangan. Wajah hanna mulai memerah lagi karena ingatkejadian tadi. Taeyeon segera membukakan pintu dan langsung pamit. Changjo pun memasuki kamar hanna, hanna berdiri membelakangi changjo.
“ermmitu... hmm yang tadi.. aku... ermm.. mianhae”, kata changjo malu-malu. Masih membelakangi changjo, hanna menganggukkan kepalanya.
“ermm..lupakan saja yang tadi aku katakan, anggap saja aku tidak mengatakan apa-apa.. “,tambahnya. Hanna hanya diam, dia membalikan tubuhnya dan melihat ke arah changjo. Hanna menarik nafas panjang.
“why?”,hanna angkat bicara.
“eh?”,changjo tidak mengerti apa yang hanna katakan.
“why?Why.. kenapa kamu bilang untuk melupakan kata-kata mu tadi, pabo”, kata hanna.Changjo masih belum memahami arti dari perkataan hanna.
“yaaa!!.......nado saranghae”, kata hanna malu-malu. Changjo terkejut dengan perkataan hanna,kemudian dia tersenyum. Hanna masih terlihat salah tingkah.
“jadi?”,tanya changjo.
“jadi apa?”, tanya hanna lagi.
“wouldyou be my girl?”, changjo mendekati hanna. Jantung hanna berdegup semakin kencang.
“stop!Jangan mendekat”, hanna melangkah mundur.
“dasar yeoja yadong, kamu pikir aku mau apa eoh”, kata changjo. Kemudian dia mengambil sesuatu di sakunya.
“tadaaaa..ayo kita nonton di bioskop untuk merayakan jadian kita?”, changjo menunjukkan 2 tiket film terbaru.
“heol~kita? Siapa yang mau jadi pacarmu eoh?”, hanna cemberut. Changjo hanya tertawa.
“kajja”

-Hanna’sprov-
Love can change, right?
Why??
Because that’s love, can’t explain in words..
We should experience it first..
My childhood friend changie, love you :3


~END~

FF Teen Top - Why ( part 5 )

Tittle    : Why
Cast     : Kim Hanna ( OC ), ChangjoTeen Top, L.Joe Teen Top and another cast
Author :Liana anna Juliana
Genre  :Romance

Kamu...
“ya! Jangan bercanda, ga lucu”, kata hanna. Kemudian hanna masuk ke rumahnya, diamasih memikirkan kata-kata changjo. Malamnya hanna tidak bisa tidur dengan tenang. 
Apa dia serius?tidak mungkin kan? Dia menyukaiku?dia bilang cinta pada pandangan pertama, berarti itu waktu kita masih kecil.Arrgghhh molla molla..
Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benak hanna. Hanna memutuskan untuktidur saja dan melupakan kejadian tadi. Keesokan harinya changjo ke rumah hannadan mengajaknya ke taman kota karena hari ini adalah hari libur. Hanna masih merasa canggung karena kejadian kemarin, tapi dia berusaha untuk tidak memikirkan hal itu. Sesampainya di taman kota mereka duduk di bangku deka tkolam.
“dulu kita sering bermain disini”, kata changjo mengawali percakapan.
“iya,aku masih ingat. Kamu kan pernah jatuh ke kolam xixixixi, dulu kamu lemah sekali”, kata hanna sambil tertawa. Changjo tiba-tiba berdiri.
“kamu tahu kenapa aku berubah?”, kata changjo. Hanna menggelengkan kepalanya.
“dulu...kamu sering melindungiku. Karena aku lemah aku sering di bully, dan kamu yang selalu membantuku. Setelah kamu pergi aku berusaha untuk melindungi diriku sendiri, tapi sebenarnya aku berubah bukan untuk diriku sendiri. Aku... ingin melindungimu hanna”, changjo menatap hanna kemudian dia menatap langit.
“tapi aku pikir itu sia-sia saja sekarang, sudah ada l.joe yang melindungimu iya kan?Hmm.. sejujurnya aku sedikit cemburu”, tambah changjo. Changjo kembali duduk,hanna hanya terdiam.
“jangan terlalu di pikirkan, aku cuma teman mu kan?”, changjo menatap hanna dan tersenyum. Tanpa hanna sadari pipinya merona.
“kenapa mukamu merah? Kamu sakit?”, changjo  memegangkening hanna. Hanna langsung menepiskan tangan changjo.
“tidak!Aku baik-baik saja ermm... aku.. mau ke toilet sebentar”, jawab hanna. Hanna tergesa-gesa pergi mencari toilet.
Ahhh kenapa ini, jantungku berdetak cepat lagi..
Setelah beberapa menit hanna kembali menemui changjo tapi anehnya hanna tidak berani menatap changjo jadi hanna berbohong dan bilang bahwa dia tidak enak badan.Keduanya langsung pulang. Setibanya di rumah hanna langung duduk dan termenung.
“eoma,kalau jantung berdegup kencang itu tandanya apa?”, tanya hanna kepada ibunya.
“omo..anak ibu jatuh cinta, siapa siapa?”, kata ibunya hanna.
“eehhh..tidak tidak, masa jatuh cinta sih”, hanna menyangkalnya.
“ketika di dekatnya kamu akan merasa nyaman dan merasa di lindungi, mukamu merona merah sampai-sampai kamu tidak berani menatap wajahnya. Itu namanya jatuh cinta”,jelas ibunya.
“tidak mungkin”, hanna masih membantahnya. Hanna pergi ke kamarnya dan sebuah ide terlintas di pikirannya.
Hm.. aku kan belum pernah berpelukan dengan l.joe. aha!
Hanna menelpon l.joe dan mengajaknya keluar nanti sore. Mereka janjian di taman kota.Sore harinya, hanna pergi ke taman kota dan menunggu kedatangan l.joe. l.joeterlambat setengah jam. Ketika mereka sedang berjalan-jalan, dengan sengajahanna berjalan semakin dekat ke jalan raya. Sebuah mobil dengan kecepatan tinggi melaju dan hampir menabrak hanna tapi untungnya l.joe menarik tangan hanna dan menyelamatkannya. L.joe menarik tangan hanna dan memeluknya.
Kenapa ini?rasanya biasa saja..
“kamutidak apa-apa?”, tanya l.joe khawatir.
“gomawo,aku baik-baik saja”
“syukurlah”,kata l.joe. Kemudian dia melepaskan pelukannya. Mereka kembali berjalan-jalan.Setelah itu l.joe mengantar hanna pulang.
Pentasseni sekolah tinggal 3 hari lagi, para murid sibuk mencari pasangannyamasing-masing. Taeyeon terlihat cemas karena belum dia belum mendapat pasangan.Ketika hanna dan taeyeon sedang makan siang, changjo menghampiri mereka.
“kamumau tidak jadi pasanganku”, kata changjo.
“akukan sudah sama l.joe changiie~”, jawab hanna.
“bukankamu, tapi taeyeon”, bantah changjo.
“mwohh??!!”
“maumau mau”, jawab taeyeon. Hanna memandang taeyeon.
“tidaktidak tidak bisa”, kata hanna.
“kenapa?”,tanya taeyeon.
“itu..tu... erm...”
“sudahlah,taeyeon nanti aku jemput ottae”, changjo meninggalkan mereka. Hanna terlihat sangat bingung.
“hanna pabo”, taeyeon juga pergi meninggalkan hanna.
Kenapa aku tadi bilang tidak bisa, arghh.. kata hanna di dalam hati. Sementara itu suzy masihterlihat murung, l.joe diam-diam memperhatikannya. Suzy melihat ke arah l.joedan l.joe pun segera memalingkan wajahnya dan pura-pura mengerjakan sesuatu.Sepulang sekolah l.joe hendak berkata sesuatu kepada suzy, belum sempat l.joebicara tiba-tiba datang hanna dan mengajak l.joe untuk pulang bersama. Suzyyang melihatnya pun hanya diam dan berjalan melewati l.joe tanpa berkata sepatahkatapun. L.joe masih memandang suzy.
“ayo”,ajak hanna.
Entahkenapa hanna jadi tidak mau melihat changjo, ada perasaan aneh setiap diamelihat wajahnya. Hari ini seharusnya mereka pulang bersama tapi hanna lebihmemilih pulang bersama l.joe. Setibanya dirumah, hanna berkata kepada ibunyakalau misalnya ada changjo yang mencarinya bilang saja kalau hanna keluar. Eomahanna yang beranggapan bahwa mereka sedang ada masalah hanya menghela nafaspanjang.
Tok..tok...
Sebuahketukan terdengar dari pintu kamar hanna, “ siapa? ”
“aku,taeyeon”,jawab taeyeon. Taeyeon datang ke rumah hanna karena mengkhawatirkan sesuatu.Hanna membukakan pintu dan mempersilahkan taeyeon masuk. Mereka tiduran di atastempat tidur hanna. Taeyeon mulai membicarakan suatu hal.
“hanna,lebih baik kamu jujur pada diri sendiri”, kata taeyeon tiba-tiba.
“kamubicara apa sih”, kata hanna menimpali. Taeyeon menghela nafas.
“awalnyakamu suka l.joe tapi lama kelamaan kamu sadar bahwa sebenarnya orang yang kamucintai adalah changjo, iya kan? Tapi kamu menyangkalnya dan berusaha untukmencintai l.joe”, kata taeyeon panjang lebar.
“mwohh?!!Tidak.. aku tidak suka changjo, dia cuma teman dekatku”, jawab hanna.
“benarkah?hmmkalau begitu, aku boleh kan mendekati changjo”, tanya taeyeon.
“n..neboleh”, jawab hanna ragu-ragu.
“aarrgh...hanna pabo, kalau kamu begini terus kamu akan menyesal. Lagian l.joe juga belumtentu menyukaimu, pabo pabo”, kata taeyeon marah. Hanna hanya diammendengarnya.
“percumaaku datang kesini hmmm ingat kata-kataku hanna, aku pergi, anyong!”, taeyeonmeninggalkan rumah hanna. Hanna masih diam dan masih memikirkan perkataantaeyeon barusan.
“Arrghhhmolllaaaaaaaaaaa”
Malam ini adalah malam diadakannya acara pentas senisekolah, hanna sudah bersiap dari tadi dan menunggu l.joe di depan rumahnya.Hanna tampak sangat anggun dengan balutan gaun warna ungu pastel yang indah.Rambutnya yang ikal panjang digeraikannya dan dihiasi dengan bando crown yangmenambah keanggunan hanna malam itu. Changjo yang akan menjemput taeyeon berpapasandengan hanna. Changjo tampak sangat manly dengan jas berwarna hitam dan kemejaputih yang terlihat acak-acakan, menambah kesan bad boy look padanya. Hannayang melihat changjo tampak sangat terkejut, begitu pula changjo.
“errmmaku mau menjemput taeyeon”, kaya changjo. Hanna menganggukkan kepalanyamalu-malu. Keduanya terlihat sangat canggung karena jarang mengobrolakhir-akhir ini. Changjo yang akan berangkat tiba-tiba memundurkan kembalimotornya dan berkata kepada hanna, “ yeppo ”. Changjo segera berangkat danhanna tampak terkejut. Mukanya merah kembali, tidak seberapa lama l.joe datangdan menjemput hanna.
Sesampainyadisekolah, hanna dan l.joe menjadi pusat perhatian karena keduanya tampakbegitu serasi. Ada juga yang tidak menyukai hanna dan hanya mencibir. Setelahitu para siswi tiba-tiba histeris, ternyata sumbernya adalah changjo. Changjomemasuki aula pesta tapi hanya sendirian, dia dikerumuni banyak yeoja.Pasangannya, taeyeon berdiri dibelakang kerumunan tersebut sambil berkacak pinggang.Dia memutuskan untuk pergi mencari hanna. Hanna masih diam memandang changjo.L.joe pun terlihat sedang mencari seseorang.
Pentasseni pun dimulai, banyak penampilan yang akan dipertunjukkan. Salah satunyaadalah pertunjukkan band dari changjo, chunji dan ricky. Para siswi sangatantusias melihatnya. Changjo sang drumer terlihat begitu kharismatik.
“kautahu, ini pertama kalinya aku menyadari bahwa changjo begituuu kharismatik”,kata taeyeon kepada hanna.
“diatetap anak cengeng bagiku”, jawab hanna. Taeyeon hanya mencibir.
“l.joemana ya?”, tanya hanna.
“entahlah,tadi dia ke arah sana”, taeyeon menunjuk kearah halaman sekolah.
Sementaraitu....
L.joeterlihat sedang mencari seseorang. Dia melihat suzy yang datang sendirian kepensi dan dia tidak diperbolehkan masuk karena tidak mempunyai pasangan.Kemudian suzy berlari kearah halaman sekolah, l.joe mengikutinya. Suzy duduk dibangku koridor. Dia termenung menatap langit, tak terasa air mata mulaimembasahi wajahnya. L.joe datang dan menghampiri suzy, suzy segera menghapusair matanya.
“kamuboleh tertawa”, kata suzy. L.joe duduk disamping suzy.
“kenapaaku harus tertawa?”, tanya l.joe
“akuterlihat menyedihkan kan”
“tidak,kamu cantik”, jawab l.joe. Suzy menatap l.joe dan air matanya mulai membasahiwajahnya lagi.
“kenapa...kenapa... kamu baik padaku? Aku sudah mencampakkanmu”, kata suzy
“kenapa?Aku kan sudah bilang alasannya dulu, aku mencintaimu”, jawab l.joe
“akubukan orang baik”
“akujuga”
“aku..aku pernah berbohong agar hanna marah padamu”, kata suzy.
“akumalah sudah memanfaatkan hanna untuk mendapatkanmu, aku juga bukan orang baik”,jawab l.joe
“kenapa..kenapa kamu suka padaku?”, tanya suzy
“tidakada alasan yang lain, aku.. aku hanya mencintaimu, itu saja..”, jawab l.joe.Suzy tersenyum.
“seharusnyaaku mendengarkan kata-katamu, aku... aku di campakkan”, kata suzy
“don’tworry, I always be with you”, l.joe tersenyum dan memeluk suzy.
Hannayang mulai menyadari bahwa l.joe tiba-tiba menghilang segera mencarinya,changjo yang selesai dengan pertunjukkannya pun langsung mengikuti hanna ketikadia melihat hanna berlarian. Langkah hanna terhenti seketika di depan koridor.Dia mendengar semua percakapan l.joe dan suzy. Hanna masih terdiam dan dia majuselangkah demi selangkah. Tepat didepan matanya, terlihat l.joe yang sedangberpelukkan dengan suzy. Ketika hanna hendak melangkah maju, changjo yang daritadi mengikutinya langsung memegang tangan hanna dan memeluknya.
“janganlihat”, kata changjo. Air mata hanna mulai berjatuhan. Hanna menangis dipelukanchangjo. Changjo membelai rambut hanna untuk menenangkannya. L.joe dan suzyyang tidak mengetahui keberadaan mereka langsung kembali menuju acara sekolahsedangkan changjo dan hanna masih di tempat tersebut. Setelah hanna berhentimenangis, changjo melepaskan pelukannya namun hanna mencegahnya.
“waita little longer please”, pinta hanna. Changjo kembali memeluknya. Setelahbeberapa menit hanna melepaskan pelukannya dan mereka duduk dihalaman sekolah.
“kamu..tidak apa-apa?”, tanya changjo khawatir.
“bagaimanabisa tidak apa-apa kau ini.. hmm.. sakit changie~, dia bahkan tidak mencariku”,kata hanna sambil melihat ponselnya.
“aahhhhhanna yang sekarang kenapa begitu lemah yaa”, kata changjo.
“mwoohhh?!Aku tidak lemah, bayangkan saja kalau kamu ada di posisiku”, kata hannacemberut.
“yaakalau ada jadi kamu, aku akan langsung memutuskannya dan menunjukkan bahwa akubahagia tanpanya arraseo?!! Pabo”, kata changjo.
“isshhjinja, kau ini.. “, kata hanna sambil menjitak kepala changjo.
“ya!Sakit !!”, teriak changjo. Keduanya saling bertatapan dan kemudian tertawaterbahak-bahak.
“Hahahaahaaaalihat ekspresimu tadi hahahaha, badan aja gede, baru di jitak udah bilangsakit, dasar manja”, cibir hanna.
“oogituu.. lihat tuh matamu sembab kaya panda habis ngeronda hahahahahahaa”, katachangjo.
“galucuuuuuuu”, balas hanna. Mereka pun tertawa riang dan melupakan kejadian tadi.Setelah capek tertawa mereka pulang dan tidak kembali ke acara itu lagi. L.joedan suzy terpilih menjadi king and queen pada malam itu. L.joe sama sekali lupadengan hanna. Taeyeon yang khawatir dengan keadaan hanna pun langsungmenelponnya dan hanna menceritakan semuanya. Keesokan harinya hanna merasatidak enak badan jadi dia tidak berangkat kesekolah. Banyak siswa yangberanggapan bahwa hanna sakit gara-gara di putuskan oleh l.joe. Setelah tahuhanna tidak masuk sekolah l.joe baru menelponnya tapi hanna tidak mengangkatteleponnya. L.joe yang merasa khawatir kemudian pergi menemui changjo.
“hannasakit apa?”, tanya l.joe to the point. Changjo menatap tajam ke arah l.joe.
“heartache”,jawab changjo yang kemudian pergi meninggalkan l.joe. Ketika changjo pergi,suzy datang menemui l.joe. Dia tersenyum kepada changjo tapi changjo hanyatersenyum kecut.
“kenapadia?”, tanya suzy
“tidaktahu. Suzy yaa, aku mau memutuskan hanna tapi.. hanna sakit”, kata l.joe.
“tidakapa-apa, jangan buru-buru”, kata suzy
Sepulangsekolah, taeyeon pergi menjenguk hanna dirumahnya. Ternyata sudah ada changjoyang sedang merawat hanna.
“ahhhuntung ada kamu disini, aku mau keluar sebentar tolong jaga hanna”, pintachangjo.
“ok”,jawab taeyeon
Changjopun pergi meninggalkan mereka berdua.
“yaa!Kamu sakit apa eoh?”, tanya taeyeon
“aahhcuma masuk angin”, jawab hanna.
“kamutuh.. sakit hati gara-gara cinta bertepuk sebelah tangan apa gara-gara sakitkarena di manfaatin sih?”, tanya taeyeon.
“mmollaa..sudahlah aku pusing”
“lebihbaik kamu cepat-cepat putuskan l.joe” kata taeyeon. Hanna mengangguk. Setelahitu taeyeon pamit pulang, changjo kembali menjenguk hanna. Changjo menungguhanna sampai dia ketiduran. Hanna yang sudah merasa keadaannya sudah membaikkemudian bangun dari tidurnya dan melihat changjo yang tertidur pulas disisitempat tidurnya. Hanna memperhatikan changjo dan jantungnya kembali berdegupsemakin kencang. Hanna menyentuh kening changjo dan mengusap pelan rambutnya, changjoterlihat semakin lelap tidurnya. Hanna bangun dan menutupi badan changjo denganselimut miliknya.
Aaahhh eoma... aku rasa aku.... benar-benar jatuh cintasekarang......