Tittle : Why
Cast : Kim Hanna ( OC ), Changjo Teen Top andanother cast
Author : Liana anna Juliana
Genre : Romance
Aaahhh eoma... aku rasa aku.... benar-benar jatuh cintasekarang......
Hanna masih terdiam sambil memperhatikan changjo yang sedang tertidur, kemudian dia mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada l.joe. Hanna mengajak l.joe bertemu sekarang juga ditaman kota. Hanna bersiap-siap dan meninggalkan changjo yang masih tertidur.
Di taman kota terlihat l.joe yang sedang berdiri menunggu hanna. Hanna datang beberapa menit kemudian.
“kamu tidak apa-apa? Katanya kamu sakit? Sakit apa?”, tanya l.joe sambil memegang kening hanna.
“hentikan”,kata hanna. L.joe meletakan tangannya.
“kamu kenapa?”, tanya l.joe.
“kita putus”, jawab hanna. L.joe tampak terkejut.
“kenapa tiba-tiba?”, tanya l.joe. Hanna tersenyum kecut.
“bukannya itu yang mau kamu katakan kalau aku tidak sakit sekarang? Sudahlah, selamat berbahagia. Anyong”, hanna meninggalkan l.joe sendirian. Diperjalanan pulang mata hanna mulai berair lagi tapi dia menahannya agar tidak menangis.
“jangan menangis hanna... jangan... untuk apa kamu menangis gara-gara namja sepertiitu”, kata hanna kepada dirinya sendiri. Tiba-tiba saja hanna mulai merasa pusing lagi, langkahnya terhenti. Dia tidak kuat untuk berjalan lagi. Sebelum hanna benar-benar jatuh ada tangan lain yang menyanggahnya. Hanna menoleh dan ternyata itu adalah tangannya changjo.
“pabo,kalau masih sakit jangan keluar sendirian”, kata changjo sambil membantu hanna berdiri.
“mian”,jawab hanna.
“ayo aku gendong”, kata changjo
“ti..dak usah”, tolak hanna tapi changjo kemudian memaksa hanna untuk naik kepunggungnya.
“aahhh sakit ga sakit tetap saja berat”, gerutu changjo.
“ya!Aku sedang tidak punya tenaga untuk berdebat denganmu”, balas hanna. Changjo tertawa kecil. Hanna bersender di punggungnya changjo dan tertidur. Keesokan harinya hanna bangun kesiangan, keadaannya sudah mulai pulih. Dia tergesa-gesa sarapan dan pergi ke sekolah. Tentu saja changjo sudah berangkat duluan.
“anyong”,sapa hanna kepada teman-teman sekelasnya.
“ceria sekali nih yang habis putus”, kata salah satu siswi mengejek hanna. Hanna hanya tersenyum mendengarnya. Hanna duduk disamping taeyeon yang sedang sibukmenyatat tugas.
“hei kamu sudah sembuh?”, tanya taeyeon
“yupz,hari ini adalah awal baru bagiku hehehe”, jawab hanna. Taeyeon yang penasaran kemudian menghentikan aktivitasnya yang sedang menulis.
“wae??Kamu sudah jadian dengan changjo ya?”, tanya taeyeon sambil berbisik. Hanna menggeleng, taeyeon tampak kecewa.
“terus kenapa?”, tanya taeyeon
“aku sudah memutuskan l.joe”, kata hanna sambil berbisik. Taeyeon yang kegirangan kemudian berdiri dan bersorak tapi kemudian dihentikan oleh hanna. Siswa lain memandang mereka keheranan.
“wahhh daebak, gitu donk. Berarti dia yang dicampakan”, kata taeyeon. L.joe masuk kekelas dan melirik ke arah hanna, hanna tersenyum ke arahnya.
“ya!jangan tersenyum kepadanya”, kata taeyeon.
“aah kau ini tidak tahu teknik psikologi ya, justru kita harus bersikap baik kepada orang yang telah menyakiti kita. Dengan begitu dia jadi semakiiiiiin bersalah heheheh kejam kan aku”, kata hanna panjang lebar. Taeyeon bertepuk tangansalut.
Jam istirahat pun tiba, hanna dan taeyeon pergi kekantin. Terdengar beberapa siswa yang sedang berbincang-bincang.
“kudengar suzy jadian lagi dengan l.joe”, kata salah satu siswi
“wah berarti hanna dan l.joe putus tuh gara-gara suzy?”, tanya siswi lainnya
“iyaiya, l.joe masih suka sama suzy, hanna nya saja yang suka ngedeketin l.joe”
“tap itadi hanna malah cerah ceria”
“ahh itu sih akting”
Taeyeon yang merasa kesal langsung menghampiri kerumunan yeoja itu dan berkata, “ya!yang di campakan itu l.joe bukan hanna, arraseo? Jangan sok tahu!”.
Hanna mengajak taeyeon pergi dari tempat itu dan pergi kekantin.
“sudahlah”,kata hanna.
“mereka menyebalkan sekali mana bisa aku diam”, kata taeyeon.
Setibanya dikantin terlihat l.joe yang sedang makan bersama suzy. Hanna dan taeyeon melewati mereka berdua, hanna melihat ke arah mereka dan tersenyum. L.joeterlihat bingung. Ketika hanna dan taeyeon sedang makan datang changjo danricky. Changjo melihat kearah l.joe dan suzy.
“kamu tidak apa-apa?”, tanya changjo kepada hanna.
“tidak,biasa saja”, jawab hanna sambil tersenyum. Changjo tersenyum mendengarnya.Ricky memperhatikan mereka berdua.
“hmmm...kalian pacaran?”, tanya ricky kepada hanna dan changjo. Hanna hampir saja tersedak.
“ti..dak tidak”, jawab hanna. Changjo tertawa melihat hanna.
“bukan tidak tapi belum,hhe”, tambah taeyeon.
“ya!!”,kata hanna. Muka hanna merah karena menahan malu. L.joe diam-diam memperhatikan hanna. Setelah selesai makan, hanna dan taeyeon pergi menuju kelasnya. Sepertibiasa di koridor banyak siswi yang sedang mengobrol.
“kamu lihat kemarin malam, changjo keren sekaliiiiiiii”, kata salah satu siswi.
“begitu berkharisma”, kata siswi lainnya.
“akucemburu pada hanna, kenapa dia selalu dikelilingi namja-namja keren issshh”
“padahalkan dia biasa saja”
Tiba-tiba hanna menghampiri mereka, “ya! Kalau mau ngomongin orang, pastikan dia tidak berada didekat kalian, arrasseo!”
Hanna meninggalkan para siswi tersebut, taeyeon mengikuti hanna.
“erm..kenapa marah gitu sih, sebelumnya kamu nyantai saja, cemburu yaaa”, godataeyeon.
“eehhh tidak ko”, jawab hanna malu-malu.
Sepulang sekolah seperti biasa changjo menghampiri hanna untuk pulang bersama. Keduanya berjalan di koridor sekolah yang sudah sepi. Suasana hening menyelimuti atmosfir diantara keduanya sampai akhirnya changjo memberanikan diri untukberbicara.
“kamu...benar-benar tidak apa-apa?”, tanya changjo.
“apanya?”, tanya hanna.
“itu..l.joe .... dan suzy”, hanna tampak diam sejenak. Matanya mulai berkaca-kaca.
“sejujurnya itu sakit”, hanna mulai mengeluarkan air mata. Changjo diam sejenak, mereka masih berdiri, terdiam dengan pikirannya masing-masing. Changjo melangkah lebih dekat ke arah hanna yang sedang menangis, dengan langkah yang diam changjo menghampirinya dan memeluknya dengan lembut. Hanna menyenderkan kepalanya didada changjo, dan changjo dengan lembut membelai rambut hanna.
Why.. why hanna, kenapa harus dia.. kenapa bukan aku..aku juga sakit, kata changjo dalamhati. Setelah tangisnya mereda, changjo melepaskan pelukannya.
“gomawo”,kata hanna.
“sudahlah jangan menangis lagi, yeoja cengeng”, kata changjo.
“ya!Kamu sama sekali tidak berperasaan issshhh.. changjo pabo”, kata hanna sambil beranjak meninggalkan changjo tapi changjo menahan tangan hanna dan menariknya lagi. Changjo memeluk hanna lagi dan berbisik, “ saranghae”
Hanna sangat terkejut mendengarnya, dia hanya bisa diam. Changjo melepaskan pelukannya dan pergi meninggalkan hanna yang masih diam ditempat itu. Hannapulang kerumahnya sendirian, di kamarnya sudah ada taeyeon yang menunggunya.
“kamu kemana saja eoh?”, tanya taeyeon begitu hanna masuk. Hanna langsung duduk disamping taeyeon.
“aaaaaaaaaa taeyeon... nan eottokke.. ije eottokke..”, kata hanna sambil mengguncangkan bahu taeyeon.
“aaaaaahanna, kamu kenapa sih?”, tanya taeyeon. Hanna melepaskan genggamannya pada bahu taeyeon dan kembali duduk.
“well,kamu dengarkan aku dulu sampai selesai baru kamu bicara ok,” taeyeon menganggukkan kepalanya tanda setuju.
“jujur saja.. entah apa namanya ini tapi semakin aku berusaha untuk melupakan apa yangl.joe lakukan aku semakin sakit, tapi.... akhir-akhir ini aku merasa aneh, tiapkali changjo didekatku dan memelukku aku merasa sangat nyaman.. aku merasa tenang dan dilindungi.. aku merasa changjo yang dulu kembali lagi, tapi rasanya berbeda dengan yang dulu.. jantungku berdegup semakin cepat ketika dia didekatku, wajahku terasa terbakar setiap kali aku melihat senyumnya, aaaahhh mollaa”, cerita hanna panjang lebar.
“aku boleh bicara sekarang?”, tanya taeyeon.
“ne”
“ok.....paboyaaaaa itu tandanya kamu jatuh cinta sama changjooooo”, kata taeyeon sambil berteriak. Hanna menutup kupingnya.
“aku juga berpikiran seperti itu tapi.... saat aku melihat l.joe dan suzy bersama rasanya aku ingin marah walaupun aku sudah berusaha untuk tetap ramah tapi tetap sajaaaa... “, kata hanna.
“itusih kamu ingin marah karena sudah di manfaatkan pabooo, bukan marah karena cemburu.Dengar ya, kalau kamu ingin balas dendam tunjukkan bahwa kamu bahagia tanpa dia. Bukannya tadi kamu bilang tentang trik psikologis eoh, ckckck..”, jelastaeyeon.
“kadang-kadang kamu pintar juga ya”, belum sempat taeyeon menjitak kepala hanna, hanna buru-buru bicara.
“aahhsatu lagi, changjo tadi bilang saranghae terus dia pergi”, kata hanna.
“mwohhhh?!Jinjaa.. heol, jangan bercanda”, kata taeyeon tidak percaya.
“isshh serius”
“berarti dia juga suka sama kamu aahhh aku iri, cepat nyatakan perasaanmu hanna pali ipaliii, pergi ke rumahnya”, bujuk taeyeon.
“shirroo,aku malu”, jawab hanna. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar hanna, mereka diam sejenak.
“siapa?”,tanya hanna
“ini aku”, ternyata yang mengetuk pintu kamar hanna adalah changjo. Hanna dan taeyeon saling berpandangan. Wajah hanna mulai memerah lagi karena ingatkejadian tadi. Taeyeon segera membukakan pintu dan langsung pamit. Changjo pun memasuki kamar hanna, hanna berdiri membelakangi changjo.
“ermmitu... hmm yang tadi.. aku... ermm.. mianhae”, kata changjo malu-malu. Masih membelakangi changjo, hanna menganggukkan kepalanya.
“ermm..lupakan saja yang tadi aku katakan, anggap saja aku tidak mengatakan apa-apa.. “,tambahnya. Hanna hanya diam, dia membalikan tubuhnya dan melihat ke arah changjo. Hanna menarik nafas panjang.
“why?”,hanna angkat bicara.
“eh?”,changjo tidak mengerti apa yang hanna katakan.
“why?Why.. kenapa kamu bilang untuk melupakan kata-kata mu tadi, pabo”, kata hanna.Changjo masih belum memahami arti dari perkataan hanna.
“yaaa!!.......nado saranghae”, kata hanna malu-malu. Changjo terkejut dengan perkataan hanna,kemudian dia tersenyum. Hanna masih terlihat salah tingkah.
“jadi?”,tanya changjo.
“jadi apa?”, tanya hanna lagi.
“wouldyou be my girl?”, changjo mendekati hanna. Jantung hanna berdegup semakin kencang.
“stop!Jangan mendekat”, hanna melangkah mundur.
“dasar yeoja yadong, kamu pikir aku mau apa eoh”, kata changjo. Kemudian dia mengambil sesuatu di sakunya.
“tadaaaa..ayo kita nonton di bioskop untuk merayakan jadian kita?”, changjo menunjukkan 2 tiket film terbaru.
“heol~kita? Siapa yang mau jadi pacarmu eoh?”, hanna cemberut. Changjo hanya tertawa.
“kajja”
-Hanna’sprov-
Love can change, right?
Why??
Because that’s love, can’t explain in words..
We should experience it first..
My childhood friend changie, love you :3
~END~
No comments:
Post a Comment