Tittle : Why
Cast : Kim Hanna ( OC ), Changjo Teen Top and another cast
Author : Liana anna Juliana
Genre : Romance
-Hanna prov-
Sebentar lagi aku harus pulang ke Korea,huammm....
Kubuka mata yang terasa sangat berat ini, perlahan-lahan mencoba untuk bangun dan beraktfitas.
Too lazy,huamm~~
“ Kim Hannaaaaaa.... bangun, cepat sarapan !!!”
Aisshhhh~~
“ok mom”, dengan langkah gontai aku menuruni tangga. Terlihat ibu dan ayah sudah siap untuk sarapan.
Oh ya, namaku Kim Hanna. Aku orang Korea, tiga tahun yang lalu keluargaku pindah ke London karena pekerjaan ayahku. Aku anak satu-satunya, sehingga aku sangat di manja.
Ok,back to the story~
Aku duduk di meja makan yang telah terhidang beberapa makanan, ada roti, sereal dan juga susu.
Ahh,aku rindu masakan Korea~~
“Changjo akan menjemputmu di airport hanna”, ibu memulai percakapn di pagi hari ini.
“Tapi dia belum menghubungiku 5 bulan terakhir ini mom, aku ingin pulang sama kalian saja”, ujarku manja.
“ Jangan begitu, ayahmu masih ada pekerjaan disini. Satu bulan lagi kita juga akan pulang ke korea sayang, kamu kan harus sekolah. Lagipula ibu sudah menelpon changjo kemarin dan dia setuju untuk menjemputmu ”, ibuku meyakinkanku.
“ Benarkah? Lalu nanti aku tinggal dimana, rumah kitakan sudah dijual mom”,tanyaku.
“Untuk sementara kamu tinggal dirumah changjo ya, kedua orangtuanya kebetulan sedang ke jepang. Jangan khawatir sayang, dia sahabat kecilmu kan”
“Ok”
Akupun menyelesaikan sarapanku dan mulai bersiap-siap mengemas barang. Aku putuskan untuk menelpon Changjo terlebih dahulu.
Ini pertama kalinya aku menelpon Changjo, 5 bulan terakhir ini kelihatannya dia sibuk.. Aishh, such an awkward situation~~
“ haloo” kata suara diseberang.
Omo, suaranya berbeda.
“ Yaa~~ Changjooo, ini aku Hanna”
“Hmmm, ada apa?”
Hm.. ada yang berbeda.
“Benarkah km mau menjemputku di airport? Aku sedang siap-siap”, tanyaku.
“Iya, yasudah siap-siap sana. Annyong”
Tut..tut..tut..
“Yaa!! Changjo.. “
Dia langsung menutup teleponnya?? Aishh jinjaa.. kenapa dia jadi menyebalkan sih.
Setelah beberapa jam aku berangkat menuju airport ditemani oleh ayah dan ibuku. Aku akan melanjutkan sekolah di Korea karena ayahku sebentar lagi akan dipindahkan ke Korea lagi.
Bye bye London~~
Di Airport
-Changjo Prov-
Hanna pulang^^... dia pasti akan terkejut melihatku,hha
Just wait and see, the new Changjo..
-Hanna prov-
Wahhh Korea~~
Aku pun telah tiba di Korea. Aku melihat ke sekeliling untuk mencari seorang namja pendek, chubby, berambut hitam dan bermata sipit. Setidaknya Itulah Changjo 3 tahun yang lalu. Tapi di sana sama sekali tidak ada namja dengan ciri-ciri seperti itu.
Tiba-tiba mataku tertuju pada seorang namja yang sedang berdiri sendirian. Tapi dia berambut merah, tinggi, berotot tapi tunggu....
Matanya seperti....
“Changjo....”, aku berlari menghampiri namja tersebut. Namja itu menoleh dan....
Itu Changjo....
“Yaa!! Pabo.. aku mencarimu, kamu terlihat sedikit berbeda”, kataku
Changjo hanya diam dan memperhatikanku.
“Hanna??”, tanyanya dengan ekspresi yang sangat datar.
“Iya ini aku, kau ini teman datang ekspresinya seperti itu. Hug me ppyong~~”, aku menggodanya
Tanpa berkata apa-apa dia langsung memelukku.
Omo, kenapa aku jadi deg-degan begini. Dulu kita sering melakukannya. Aishh.
“Kamu terlihat seperti wanita sekarang, apa kamu operasi plastik”, kata Changjo sambil melepaskan pelukannya.
Pletaakk!!
“Yaa! Sakit, ternyata sama saja seperti dulu. Yeoja jadi-jadian”, kata Changjo.
Aku hanya tertawa dan langsung menyeret tangannya.
“Aku cape, kajja pulang kerumah”, kataku manja
“Sekarang sudah pintar beraegyo rupanya”
-Diperjalanan-
Bahkan sekarang dia sudah bisa mengendarai mobil, dulu main sepeda pun ga bisa. My chubby Changjo jadi punya muscle, aigoo~~
“Kenapa melihatku seperti itu?”, Changjo membuyarkan lamunanku.
“Tidak, hanya saja kamu tidak tersenyum dari tadi. Jangan so cool deh, aku kan sahabatmu bahkan waktu kecil aku yang sering menolongmu waktu kamu di bully”, kataku.
“Kalau aku tersenyum kamu akan meyesal”, papar changjo
“Kenapa?”
“Kamu akan jatuh cinta padaku”
“Mwoohh? PD sekali dirimu sekarang ya, dulu sihhh........
-flashback-
In 6th grade of elementary school
Changjo dan hanna sedang bermain ditaman.
“Changjo,aku beli bola dulu ya nanti kita main bola”, kata Hanna
“Main ayunan saja, aku tidak bisa main bola”, kata changjo sambil beraegyo
“Aku akan mengajarimu tenang saja”
“Baiklah”
Hanna pun meninggalkan Changjo sendirian ditaman. Tiba-tiba datang 3 orang anak pembuat masalah.
“Oiiii sedang apa kau disini pipi besar”, kata seorang anak yang bertubuh gendut dan tinggi. Mereka mengejek dan menertawakan changjo.
“Hahahaha,pipi apa bakpau tuuu”, sahut yang lainnya
“Hahahahahahahaaa”
Changjo hanya diam dan matanya mulai berair.
“Yaa!! Bakpau, kalau mau main disini bayar dulu sama kita-kita”, kata anak yang gendut tadi.
“A..a..ku tidak bawa uang”, jawab Changjo terbata-bata.
Ketiga anak itupun marah dan mulai memukul Changjo.
“Yaa!! Apa yang kalian lakukan pada Changjo hah !”, Hanna datang dan langsung menghampiri Changjo. Hanna teriak dan ketiga anak nakal itupun pergi.
“Kau ini kenapa sih Changjo, lawan mereka dong. Tuh lihat pipimu memar”, kata Hanna
“A..a..ku tidak berani”,jawab Changjo
“Yasudah kita obati dulu lukamu ya”,kata hanna.
“Kelak kalau kamu sudah besar, kamu harus sering berolah raga, ke gym.. tumbuhkan otot-ototmu supaya tidak ada yang mengganggumu lagi. Aku kan tidak bisa melindungimu terus-terusan”, kata hanna sambil mengobati changjo.
“Yaa~ kau juga harus lebih feminim”, balas Changjo.
“Tentu saja, tapi nanti kalau aku sudah punya pacar. Hha”
-flashback end-
“Yaa~ sekarang aku bukan Changjo yang dulu lagi”, kata Changjo.
Tapi aku suka changjo yang dulu, yang murah senyum dan suka beraegyo hmm...
“Aku juga”, kataku.
“Jadi kau mau tinggal di rumahku?”, tanya Changjo
“Dimana lagi, rumahku sudah dijual. Lagipula kata ibu kamu sudah setuju”
“Tentu saja, lumayan kan ada yang bersih-bersih”, jawab Changjo
“Nah, sampai~”, tambahnya.
Terlihat sebuah rumah yang ukurannya sedang tapi terlihat mewah, di depannya ada sebuah taman bunga kecil.
“Kamu pindah rumah?” tanyaku.
“iya, pemilik rumah barumu sangat berisik jadi aku dan keluargaku pindah kesini”, jawab Changjo.
Kemudian mereka memasuki rumah tersebut.
“Om dan tante Choi ke jepang ?”, tanyaku.
“ya”, jawab Changjo sambil memperlihatkan kamarku.
Terlihat sebuah kamar minimalis dengan cat berwarna ungu muda.
“Wah.. warna kesukaanku, kamu sengaja menyiapkannya?”, tanyaku penasaran.
“Tidak, ibu yang menyiapkannya”, kemudian Changjo pun pergi.
Ahhh cape nya, tidur ahh~~~
Changjo memasuki kamar Hanna dan melihatnya sedang tertidur pulas. Changjo pun menghampiri Hanna dan duduk di samping tempat tidurnya. Dia sedang memperhatikan Hanna yang sedang tertidur. Sebuah senyuman pun menghiasi wajahnya, entah apa yang sedang dipikirkan oleh namja tersebut. Kemudian dia memperbaiki posisi tidur Hanna yang berantakan. Setelah itu dia meninggalkan kamar Hanna.
-Beberapa jam kemudian-
Huammm.... lapar~~
Hanna bangun dari tempat tidurnya dan pergi keluar kamar.
“Changjo, aku lapar....”
Changjo yang saat itu sedang menonton tv pun menoleh, “Tidak ada stok makanan di kulkas, beli sendiri sana”, jawabnya ketus.
Hanna menghampiri changjo dan menyeret tangannya, “Kajja, kita belanja~~”
“Aishh, merepotkan”, jawab changjo.
Merekapun pergi ke supermarket bersama-sama.
-Di supermarket-
Changjo terlihat malas-malasan menemani Hanna ke supermarket tersebut.
“ Ya~ kamu tau ga sih mau masak apa? Dari tadi asal ngambil saja” kata Changjo.
Hanna pun menoleh, “ Aku tahu, hm.. nasi goreng? Mie goreng? Kimbab hmmm~”
“Tapi ga usah beli sebanyak itu kali” Changjo menggerutu.
“Persediaan my changiii~” kata Hanna ber-aegyo.
“Horrible aegyo,aish”
Merka pun pulang. Setibanya dirumah, hanna langsung memasak makanan dan mereka pun makan bersama.
-keesokan harinya-
Hanna bangun pagi sekali untuk menyiapkan sarapan, sekaligus ini hari pertama masuk sekolah yang baru. Tentu saja sekolah yang sama dengan changjo. Mereka pergi bersama kesekolah dengan mengendarai motor milik changjo.
“ wow, kamu terlihat keren ya”, goda hanna. Sedangkan changjo hanya berekspresi datar.
Changjo mengantarkan hanna ke ruang guru. Terlihat beberapa siswa-siswi yang memperhatikan mereka karena biasanya changjo sangat dingin terhadap perempuan. Setelah mengantarkan hanna, changjopun kembali ke kelas. Seorang namja tampan berambut ungu menghampiri changjo.
“ ya~~ pacarmu cantik juga”, kata namja tersebut yang bernama chunji.
“ dia bukan pacarku”, kata changjo dengan ekspresi datar. Namja lain pun datang menghampiri changjo dengan wajah yang ceria, namanya ricky.
“ itu yang namanya hanna, lucu ya manis juga, kekekeke”, kata ricky. Changjo hanya membalasnya dengan tatapan dingin.
“ owh, teman mu yang di london itu”, chunji menambahkan.
“ iya”
Chunji dan ricky adalah sahabat karibnya changjo sejak hanna pergi dari korea. Mereka sangat populer disekolah tersebut. Chunji yang playboy tapi baik hati dan perhatian. Ricky yang selalu ramah dan ceria. Sedangkan changjo adalah namja cool yang penuh kharisma. Semua sisiwi disekolah tersebut pastilah menyukai mereka bertiga.
Sementara itu Hanna sedang menunggu seorang guru yang akan memberitahu dimana kelas yang akan dia tempati nantinya. Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka dan masuklah seorang namja berambut pirang. Dia tersenyum dan menyapa hanna, “ annyong”. Hanna terdiam dan memandangi sosok namja tersebut.
I think love at the first sight is really exist, do I??
No comments:
Post a Comment