Sebagian orang tidak tahu apa itu Blind Area. Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap manusia pasti ada kalanya mereka Blind Area.
Mereka berbicara, menasehati, menggurui orang lain seolah-olah dirinyalah yang paling benar. Tentu saja hal tersebut benar apabila yang memberi nasehat tersebut benar dan yang dinasehati itu salah.
Seperti contoh berikut ini.
Seorang staff A memiliki kedudukan lebih tinggi daripada Staff B. Staff B yang pemalas tidak pernah membantu untuk membersihakan ruangan. Kemudian Staff A merasa kesal, sehingga dia memberlakukan piket setiap hari dengan tujuan agar Staff B tersebut juga membantu.
Setelah sekian lama, Staff B pun keluar dengan alasan lain. Setelah itu Staff A yang tadinya rajin menjadi malas sama seperti Staff B dulu. Jadwal piket pun tidak ditepati, sehingga membuat staff yang lain merasa kesal juga. Disitulah blind area dimulai, Dia tidak sadar bahwa yang dilakukannya salah, tetapi dia menyalahkan staff lain yang malas.
Hal tersebut bisa terjadi karena orang disekitarnya tidak berani menegur dan menasehati, karena pada dasarnya posisinya lebih tinggi. Orang yang Blind Area, tidak akan menyadari bahwa dirinya salah sebelum ada orang lain yang menegur dan menjelaskan bahwa perbuatannya itu tidak baik.
Lama-kelamaan Blind Area orang tersebut akan semakin sering karena dia tidak mengetahui bahwa dia salah, dia hanya meyakini apa yang di kehendakinya saja.
Untuk itu karena tidak ada manusia yang sempurna, kita harus berusaha untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar.
No comments:
Post a Comment